Kominfo Catat Ada 103.000 Konten Hoaks Pemilu 2024

Minggu, 11 Februari 2024 - 11:55 WIB
Fenomena percakapan terkait Pemilu 2024 dengan pemilu sebelumnya yaitu pada 2019. Pada 2024, merupakan tahun yang seru dan meriah, karena perhelatan demokrasi tidak hanya penting di Indonesia tapi di seluruh dunia, karena ada 50 negara yang akan menyelenggarakan pemilu. Artinya, 50% penduduk bumi sedang menikmati perhelatan demokrasi.

Penggiat Literasi Digital dan Dewan Pengarah Siberkreasi, Ndoro Kakung mengungkapkan pesta demokrasi di Indonesia ini akan menjadi perhelatan terbesar di dunia.

Sebab dalam satu hari lebih dari 200 juta di Indonesia dan 1,75 juta pemilih di luar negeri akan menggunakan suaranya untuk memilih Presiden, anggota DPR RI, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

”Pada pemilu kali ini, juga akan didominasi dengan pemilih muda dengan rentang usia 22-32 tahun, atau sebesar 56%, dengan total 11 juta pemilih merupakan pemilih pemula. Demografi ini juga yang paling aktif menggunakan media sosial, sehingga dapat menjadi sasaran audiens para kandidat,” ujarnya dikutip, Minggu (11/2/2024).

Tahun ini penggunaan AI dalam konten pemilih untuk pertama kalinya sangat masif, sedangkan di pemilu sebelumnya bahkan AI belum digunakan sebagai alat peraga kampanye. Karena itu, atribut kampanye yang diwarnai konten AI menjadi sesuatu yang baru pada kampanye 2024.

"Meski TikTok, merupakan platform media sosial dengan fokus pada konten hiburan. Namun, pengguna TikTok memiliki antusiasme tinggi pada topik politik," jelasnya.

Public Policy and Government Relations, TikTok Indonesia Faris Mufid mengatakan TikTok telah membangun kerja sama dengan dua lembaga besar penyelenggara pemilu di Indonesia, yaitu Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!