Orasi di Hajatan Rakyat, Ganjar: Solo Punya Cara, Gaya, dan Kekuatannya Sendiri!

Sabtu, 10 Februari 2024 - 13:54 WIB
“Tadi Mas Butet dan putrinya Mas Widji Thukul memberikan pesan kepada kita semua, pesan kepada Ganjar-Mahfud, minimal kepada saya agar pemimpin di mana pun kita berada, membawa amanah dan harus selalu mendengarkan, tidak hanya itu termasuk merasakan,” papar Ganjar.

Maka sebenarnya, lanjut dia, seorang pemimpin tidak harus diteriaki, pemimpin tidak boleh diam karena ada teriakan-teriakan rakyat. Itulah kenapa pada saat diarak keliling, gerobak sapi yang dinaiki Ganjar dikirimi gabah, sebuah simbol untuk mengingatkan kepada Ganjar-Mahfud untuk peduli kepada petani dan perutnya rakyat.

Baca juga: Ribuan Warga Surakarta Nyanyikan Solo Bukan Gibran di Hajatan Rakyat

“Saya dikasih stateskop, sebuah simbol tanpa kata-kata untuk saya dan Pak Mahfud berpikir keras agar anak-anak kita, orang Indonesia sehat di mana pun berada,” ujarnya.

Selain itu, maksud stateskop juga dimaknai agar Ganjar-Mahfud bisa mendengarkan tubuh rakyat yang sehat, ibu-ibu hamil yang sehat, sekaligus menunjukkan agar anak siapapun kelak bisa menjadi dokter. Dengan stateskop itu, tambah Ganjar, sekaligus bisa mengecek orangnya sehat, pikirannya sehat, politiknya pun harus sehat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!