Petisi Cipayung DIY: Kita Tak Ingin Embrio Orde Baru Lahir Kembali

Jum'at, 09 Februari 2024 - 21:02 WIB
Selain itu, kecurigaan masyarakat terhadap pemerintah semakin meluas. Ini menjadi ancaman masa depan yang bisa menimbulkan gejolak masyarakat, bahkan pembangkangan masyarakat sipil terhadap pemerintah yang berkuasa jika pemilu diselenggarakan dengan keterlibatan lembaga negara, ASN, dan berbagai kementerian yang diduga tidak netral.

“Apa gunanya jika pemimpin yang terpilih dalam pemilu ini tidak mendapat perhatian dan kepercayaan masyarakat,” ucapnya.

Akan sulit membangun pembangunan yang berkelanjutan jika tidak didukung stabilitas politik dan apresiasi masyarakat sipil. “Kami berharap seluruh lembaga negara bersikap kooperatif dan patuh terhadap undang-undang dan memberi sikap mundur atau cuti jika ingin terlibat dalam kontestasi pemilu. Temuan tentang keterlibatan beberapa lembaga kekuasaan negara dalam pemilu kali ini menjadi bencana besar bagi demokrasi kita,” ujar Yohanes.

“Tentu saja kita tidak ingin embrio-embrio Orde Baru lahir kembali melalui watak penguasa hari ini. Jika itu terjadi, Indonesia Emas yang kita harapkan bersama sebagai orang muda tentu akan menjadi mimpi yang tidak akan pernah kita capai bersama,” katanya.

Dia menuturkan demokrasi pada dasarnya memperjuangkan martabat dan penghormatan terhadap pilihan setiap orang. Jika ada intervensi terhadap masyarakat dalam menentukan pilihan, Cipayung Plus DIY mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan sinyal awas bagi kekuasaan saat ini.

Ini adalah upaya dan wujud cinta kita terhadap cita-cita reformasi yang hari ini diamanatkan kepada masyarakat Indonesia. Perlawanan itu dimulai dari menentukan pilihan yang tepat dan didasarkan pada ajaran moral dan etika berpolitik dan berdemokrasi. “Etika menjadi jalan penuntun perilaku berpolitik kita di tanah yang sangat berbineka ini,” ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!