Imbas Debat Cawapres, Warga Madura dan Jawa Timur Kritisi Etika Gibran
Jum'at, 26 Januari 2024 - 14:03 WIB
Etika Cawapres nomor urut 2 yakni Gibran mendapat kritikan dari masyarakat Madura dan Jawa Timur imbas dari debat cawapres belum lama ini dilaksanakan. Foto/Istimewa
JAKARTA - Etika Cawapres nomor urut 2 yakni Gibran Rakabuming Raka mendapat kritikan dari masyarakat Madura dan Jawa Timur, imbas dari debat calon wakil presiden yang belum lama ini dilaksanakan.
Reaksi masyarakat tersebut ditujukan dengan adanya baliho dan spanduk yang tidak diketahui dipasang oleh siapa, viral. Sebab narasi spanduk tersebut yang bertuliskan pernyataan penolakan Gibran Rakabuming sebagai cawapres.
Spanduk-spanduk tersebut tersebar di berbagai kawasan seperti di Bangkalan Madura, Kota Malang, dan di Kabupaten Jember. Narasi dalam spanduk tersebut beragam, namun menuju kepada satu pernyataan yakni menolak Gibran karena perbuatan miskin etika yang Ia lakukan ketika sedang melakoni debat cawapres kontra Mahfud MD.
Pedagang setempat yang diwawancarai merespon baik baliho yang dipasangkan di sekitar tempatnya ini. "Ya ini adalah akibat dari seseorang yang gapunya etika dan merendahkan orang yang lebih tua. Ini lah respons kami sebagai masyarakat," ucap Sutomo, seorang pedagang di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jumat (26/1/2024).
Reaksi masyarakat tersebut ditujukan dengan adanya baliho dan spanduk yang tidak diketahui dipasang oleh siapa, viral. Sebab narasi spanduk tersebut yang bertuliskan pernyataan penolakan Gibran Rakabuming sebagai cawapres.
Spanduk-spanduk tersebut tersebar di berbagai kawasan seperti di Bangkalan Madura, Kota Malang, dan di Kabupaten Jember. Narasi dalam spanduk tersebut beragam, namun menuju kepada satu pernyataan yakni menolak Gibran karena perbuatan miskin etika yang Ia lakukan ketika sedang melakoni debat cawapres kontra Mahfud MD.
Pedagang setempat yang diwawancarai merespon baik baliho yang dipasangkan di sekitar tempatnya ini. "Ya ini adalah akibat dari seseorang yang gapunya etika dan merendahkan orang yang lebih tua. Ini lah respons kami sebagai masyarakat," ucap Sutomo, seorang pedagang di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jumat (26/1/2024).
Lihat Juga :