Soal Larangan Megawati Menteri PDIP Mundur, Yasonna: Sudah Arahan Partai, Kita Nurut saja
Jum'at, 26 Januari 2024 - 13:14 WIB
Menkumham Yasonna H Laoly menyatakan patuh terhadap arahan PDIP terkait instruksi untuk tidak mundur dari kabinet. Foto/Nur Khabibi/MPI
JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly menyatakan patuh terhadap arahan PDIP terkait instruksi untuk tidak mundur dari Kabinet Indonesia Maju. Instruksi tersebut merupakan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang disampaikan Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto.
"Ya kalau sudah Pak Sekjen yang bilang kan sudah arahan partai, kita menuruti apa saja," kata Yasonna usai Upacara Hari Bhakti Imigrasi ke-74, Jumat (26/1/2024).
Seperti diketahui, Yasonna menjadi salah satu menteri dari partai berlogo kepala banteng di susunan kabinet saat ini.
Baca juga: Hasto Sebut Ada Menteri PDIP Siap Angkat Koper dari Kabinet Jokowi tapi Ditahan Megawati demi Stabilitas
Sebelumnya, Hasto Kristiyanto mengungkapkan ada menteri dari PDIP siap mundur dari Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Hal itu berkaitan dengan situasi politik di tengah Pemilu 2024.
Kendati demikian, niat mundur itu harus urung dilakukan lantaran ditahan Megawati Soekarnoputri. Menurut Hasto, Megawati tidak menginginkan ada gangguan pada stabilitas pemerintahan.
"Ya kalau sudah Pak Sekjen yang bilang kan sudah arahan partai, kita menuruti apa saja," kata Yasonna usai Upacara Hari Bhakti Imigrasi ke-74, Jumat (26/1/2024).
Seperti diketahui, Yasonna menjadi salah satu menteri dari partai berlogo kepala banteng di susunan kabinet saat ini.
Baca juga: Hasto Sebut Ada Menteri PDIP Siap Angkat Koper dari Kabinet Jokowi tapi Ditahan Megawati demi Stabilitas
Sebelumnya, Hasto Kristiyanto mengungkapkan ada menteri dari PDIP siap mundur dari Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Hal itu berkaitan dengan situasi politik di tengah Pemilu 2024.
Kendati demikian, niat mundur itu harus urung dilakukan lantaran ditahan Megawati Soekarnoputri. Menurut Hasto, Megawati tidak menginginkan ada gangguan pada stabilitas pemerintahan.
Lihat Juga :