Pakar: Kejagung Penjaga Wajah Pemerintah di Penegakan Hukum
Jum'at, 26 Januari 2024 - 11:11 WIB
Menurut Hibnu, tingginya kepercayaan publik (public trust) terhadap Kejaksaan karena kinerja dalam penanganan suatu perkara hukum. Termasuk, ketegasan menindak oknum jaksa yang melanggar aturan.
“Ketika penanganan keluar itu optimal, tapi juga penanganan-penanganan SDM internal juga harus betul-betul firm. Sehingga, tidak ada keraguan dalam suatu penangan perkara, betul-betul zero tolerance," ucapnya.
Sebelumnya, berdasarkan survei terbaru Indikator Politik Indonesia, Kejaksaan mendapatkan kepercayaan publik paling tinggi dibanding lembaga penegak hukum lainnya. Disebutnya, Kejaksaan mendapat kepercayaan 76,2%, Polri 75,3% dan KPK mendapatkan kepercayaan sebesar 70,3%.
Survei itu dilaksanakan pada 30 Desember 2023-6 Januari 2024 dengan melibatkan 4.560 responden. Kemudian toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
“Ketika penanganan keluar itu optimal, tapi juga penanganan-penanganan SDM internal juga harus betul-betul firm. Sehingga, tidak ada keraguan dalam suatu penangan perkara, betul-betul zero tolerance," ucapnya.
Sebelumnya, berdasarkan survei terbaru Indikator Politik Indonesia, Kejaksaan mendapatkan kepercayaan publik paling tinggi dibanding lembaga penegak hukum lainnya. Disebutnya, Kejaksaan mendapat kepercayaan 76,2%, Polri 75,3% dan KPK mendapatkan kepercayaan sebesar 70,3%.
Survei itu dilaksanakan pada 30 Desember 2023-6 Januari 2024 dengan melibatkan 4.560 responden. Kemudian toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
(rca)
Lihat Juga :