Gibran Diminta Mundur dari Wali Kota, Ganjar: Potensi Penyalahgunaan Wewenang Bisa Terjadi

Jum'at, 19 Januari 2024 - 15:06 WIB
Capres nomor urut 3 sekaligus Kader PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengatakan, perlunya pejabat mundur dari jabatannya saat maju dalam kontestasi. Foto/MPI
JAKARTA - Capres nomor urut 3 sekaligus Kader PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo merespons soal Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang didesak mundur dari jabatannya. Hal itu agar tidak terjadi konflik kepentingan jelang Pilpres 2024.

"Ketentuannya tidak mundur, sudah terlanjur ketentuannya diatur tidak mundur. Maka yang terjadi seperti ini," kata Ganjar saat ditemui di Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Jumat (19/1/2024).



Ganjar pun menambahkan sebaiknya pejabat ketika hendak mencalonkan baik jadi capres-cawapres maupun caleg harus mundur terlebih dahulu agar tidak ada konflik kepentingan. Ganjar menyebut yang tidak sedang menjabat hanya dirinya bersama Anies Baswedan.

Baca juga: Peternak Ayam Telur di Magetan Curhat ke Ganjar Minta Stabilkan Harga

"Kalau baiknya memang mundur, semuanya pejabat publik. Termasuk mungkin kalau bicara Mas Gibran, ya Pak Mahfud juga. Cak Imin juga. Pak Prabowo juga ini mereka yang sedang menjabat," ujarnya.

"Kan cuma saya sama Mas Anies saja yang tidak sedang menjabat gitu ya. Jadi kalau kemudian kebijakan yang diambil itu tidak mundur, maka risiko ini akan diambil dan hari ini terjadi," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!