Tak Hanya Capres-Cawapres, Masyakarat Juga Penting Ketahui Rekam Jejak Caleg
Rabu, 17 Januari 2024 - 08:12 WIB
Neni mengkritisi keterbukaan informasi tentang calon anggota legislatif (caleg) yang terkesan ditutup tutupi. Menurutnya, publik mengalami hambatan dalam mencari rekam jejak caleg.
"Hanya untuk mencari rekam jejak (caleg) saat ini publik mengalami hambatan yang cukup serius terutama pada keterbukaan informasi. Jika kita buka di infopemilu milik KPU ada caleg yang dibuka daftar riwayat hidupnya, ada yang ditutup," ungkapnya.
Berdasarkan catatan DEEP, dari total 28 caleg eks napi koruptor, 17 di antaranya disembunyikan statusnya sebagai mantan narapidana korupsi.
"Integritas sejak awal sudah bermasalah, bagaimana jika masyarakat memilih eks napi koruptor itu yang secara sengaja disembunyikan statusnya oleh KPU," katanya.
Manipulasi data seperti ini merebut hak rakyat dan pemilih untuk mengetahui kebenaran soal rekam jejak mereka, sehingga mereka bisa saja tidak bisa memilih dengan 'jernih'.
"Hanya untuk mencari rekam jejak (caleg) saat ini publik mengalami hambatan yang cukup serius terutama pada keterbukaan informasi. Jika kita buka di infopemilu milik KPU ada caleg yang dibuka daftar riwayat hidupnya, ada yang ditutup," ungkapnya.
Berdasarkan catatan DEEP, dari total 28 caleg eks napi koruptor, 17 di antaranya disembunyikan statusnya sebagai mantan narapidana korupsi.
"Integritas sejak awal sudah bermasalah, bagaimana jika masyarakat memilih eks napi koruptor itu yang secara sengaja disembunyikan statusnya oleh KPU," katanya.
Manipulasi data seperti ini merebut hak rakyat dan pemilih untuk mengetahui kebenaran soal rekam jejak mereka, sehingga mereka bisa saja tidak bisa memilih dengan 'jernih'.
Lihat Juga :