BKSAP DPR Beri Usulan Konkret ke Parlemen OKI dan Parlemen Asia untuk Selamatkan Palestina
Sabtu, 13 Januari 2024 - 12:26 WIB
Ketua BKSAP DPR, Fadli Zon memimpin Delegasi DPR RI ke Sidang Darurat ke-5 Parlemen OKI atau PUIC dan pertemuan perdana Komisi Khusus Palestina Parlemen Asia di Teheran, Iran pada 10-11 Januari 2024. Foto/SINDOnews
TEHERAN - Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR , Fadli Zon memimpin Delegasi DPR RI ke Sidang Darurat ke-5 Parlemen OKI (Organisasi Konferensi Islam) atau PUIC (Parliamentary Union of OIC Countries) dan pertemuan perdana Komisi Khusus Palestina Parlemen Asia atau APA (Asian Parliamentary Assembly) di Teheran, Iran pada 10-11 Januari 2024. Hadir para Ketua Parlemen Negara-negara OKI dan sejumlah delegasi Parlemen Negara-negara Asia.
Dalam pertemuan maraton tersebut, Fadli Zon mengusulkan langkah-langkah konkret yang harus dilakukan Parlemen OKI dan Parlemen Asia dalam upaya mendukung perjuangan bangsa Palestina.
Baca juga: BKSAP DPR Ingatkan Krisis Gaza di Forum Parlemen G20
“Ini bukan pertemuan pertama, sementara situasi di Palestina terus memburuk. Tak boleh sekadar business as usual. Rakyat Palestina menunggu langkah konkret kita,” ujar Fadli sembari menekankan kedaruratan implementasi gencatan senjata kemanusiaan dan akses bantuan kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan ke Jalur Gaza dikutip, Sabtu (13/1/2024).
Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Gerindra tersebut menyampaikan situasi di Palestina yang sangat mengerikan. Diungkapkan berdasarkan kumpulan data bahwa lebih dari 70% korban meninggal adalah anak-anak dan perempuan, lebih dari 70% infrastruktur sipil di Jalur Gaza hancur total, bayang-bayang ancaman kelaparan, dan rata-rata jumlah anak yang terbunuh setiap hari di Jalur Gaza lebih dari 100.
Dalam pertemuan maraton tersebut, Fadli Zon mengusulkan langkah-langkah konkret yang harus dilakukan Parlemen OKI dan Parlemen Asia dalam upaya mendukung perjuangan bangsa Palestina.
Baca juga: BKSAP DPR Ingatkan Krisis Gaza di Forum Parlemen G20
“Ini bukan pertemuan pertama, sementara situasi di Palestina terus memburuk. Tak boleh sekadar business as usual. Rakyat Palestina menunggu langkah konkret kita,” ujar Fadli sembari menekankan kedaruratan implementasi gencatan senjata kemanusiaan dan akses bantuan kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan ke Jalur Gaza dikutip, Sabtu (13/1/2024).
Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Gerindra tersebut menyampaikan situasi di Palestina yang sangat mengerikan. Diungkapkan berdasarkan kumpulan data bahwa lebih dari 70% korban meninggal adalah anak-anak dan perempuan, lebih dari 70% infrastruktur sipil di Jalur Gaza hancur total, bayang-bayang ancaman kelaparan, dan rata-rata jumlah anak yang terbunuh setiap hari di Jalur Gaza lebih dari 100.
Lihat Juga :