Usai Pandemi Covid-19, Dinilai Ada Sejumlah Potensi dan Tantangan UMKM
Senin, 08 Januari 2024 - 06:04 WIB
Ia menyarankan agar pelaku UMKM memilih marketplace yang tidak hanya terbuka dan dapat diakses oleh pasar lokal, tetapi juga pasar internasional.
"Jika kita ingin menyasar ke Korea Selatan, kita disarankan untuk memasarkan produk tidak hanya di Tokopedia yang beroperasi di Indonesia. Begitu juga jika kita ingin masuk ke pasar di Jepang, Malaysia, Singapura, dan negara lainnya," tutur Azoo.
"Pelaku UMKM perlu mempelajari cara memasarkan produknya di marketplace negara-negara tersebut, seperti Shopee yang memiliki basis operasi di berbagai negara dan menawarkan program go ekspor," sambungnya.
Cucuk Sumardiono, founder Sinergi Sejuta UMKM (SSU) dan CEO RAMtivi dalam seminar ini juga menyampaikan program yang selama ini digagas olehnya, yaitu Sinergi Sejuta UMKM yang dibentuk sejak 2018.
Salah satu kegiatannya yaitu melakukan pendampingan dan pemberdayaan UMKM di seluruh Indonesia. Dan hingga hari ini tercatat ada 16 ribu lebih yang tergabung dalam kegiatan program, yang aktif berjualan itu ada 6.000an.
"Kebetulan kami beberapa bulan terakhir ini melakukan edukasi #JanganTakut ekspor. Hingga hari ini sudah kelas ke-3 yang jumlahnya 650-an orang," ungkapnya.
"Jika kita ingin menyasar ke Korea Selatan, kita disarankan untuk memasarkan produk tidak hanya di Tokopedia yang beroperasi di Indonesia. Begitu juga jika kita ingin masuk ke pasar di Jepang, Malaysia, Singapura, dan negara lainnya," tutur Azoo.
"Pelaku UMKM perlu mempelajari cara memasarkan produknya di marketplace negara-negara tersebut, seperti Shopee yang memiliki basis operasi di berbagai negara dan menawarkan program go ekspor," sambungnya.
Cucuk Sumardiono, founder Sinergi Sejuta UMKM (SSU) dan CEO RAMtivi dalam seminar ini juga menyampaikan program yang selama ini digagas olehnya, yaitu Sinergi Sejuta UMKM yang dibentuk sejak 2018.
Salah satu kegiatannya yaitu melakukan pendampingan dan pemberdayaan UMKM di seluruh Indonesia. Dan hingga hari ini tercatat ada 16 ribu lebih yang tergabung dalam kegiatan program, yang aktif berjualan itu ada 6.000an.
"Kebetulan kami beberapa bulan terakhir ini melakukan edukasi #JanganTakut ekspor. Hingga hari ini sudah kelas ke-3 yang jumlahnya 650-an orang," ungkapnya.
(maf)
Lihat Juga :