Lima Arah Kebijakan Luar Negeri Ganjar-Mahfud
Sabtu, 06 Januari 2024 - 11:50 WIB
Capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD memberikan sambutan saat konsolidasi 45 Hari menuju kemenangan Ganjar-Mahfud di Jakarta, Sabtu (30/12/2023). FOTO/MPI/ARIF JULIANTO
JAKARTA - Pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) Ganjar Pranowo dan Mahfud MD merumuskan lima arah kebijakan politik luar negeri untuk menghadapi tantangan global tapi tetap sejalan dengan kepentingan nasional. Kebijakan politik yang tepat penting dilakukan di tengah krisis iklim, krisis pangan, dan krisis energi yang melanda dunia saat ini.
"Demokrasi mundur, dominasi negara kuat pada yang kurang kuat terjadi, perang terjadi. Hari ini kita melihat seluruh dunia sedang protes apa yang terjadi antara Palestina dan Israel. Kita harus menjalin hubungan dengan banyak negara yang saling menguntungkan dan tidak saling menindas," kata Ganjar dalam keterangannya, Sabtu (6/1/2024).
Dalam lima arah kebijakan luar negeri, Ganjar-Mahfud berupaya menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, mencapai kemandirian energi, memperkuat kedaulatan maritim, menjadi pusat safe haven industrialisasi, dan melindungi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri.
Krisis pangan merupakan ancaman global yang perlu segera diatasi. Menurut estimasi FAO, pada 2022 ada sekitar 735,1 juta orang yang mengalami kelaparan di berbagai belahan dunia, setara dengan 9,2% dari total populasi global. Jumlah itu sedikit turun dibanding 2021. Namun, jika dibandingkan dengan satu dekade sebelumnya kondisi kelaparan global pada 2020 lebih buruk.
Di tengah krisis tersebut, Ganjar optimistis Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan dunia. Terlebih jika melihat negara-negara tetangga, seperti Vietnam, Thailand, India, dan Tiongkok. Ganjar menekankan pentingnya memastikan pasokan pangan yang berkelanjutan, terutama dalam situasi konflik atau perang.
"Demokrasi mundur, dominasi negara kuat pada yang kurang kuat terjadi, perang terjadi. Hari ini kita melihat seluruh dunia sedang protes apa yang terjadi antara Palestina dan Israel. Kita harus menjalin hubungan dengan banyak negara yang saling menguntungkan dan tidak saling menindas," kata Ganjar dalam keterangannya, Sabtu (6/1/2024).
Dalam lima arah kebijakan luar negeri, Ganjar-Mahfud berupaya menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, mencapai kemandirian energi, memperkuat kedaulatan maritim, menjadi pusat safe haven industrialisasi, dan melindungi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri.
Krisis pangan merupakan ancaman global yang perlu segera diatasi. Menurut estimasi FAO, pada 2022 ada sekitar 735,1 juta orang yang mengalami kelaparan di berbagai belahan dunia, setara dengan 9,2% dari total populasi global. Jumlah itu sedikit turun dibanding 2021. Namun, jika dibandingkan dengan satu dekade sebelumnya kondisi kelaparan global pada 2020 lebih buruk.
Di tengah krisis tersebut, Ganjar optimistis Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan dunia. Terlebih jika melihat negara-negara tetangga, seperti Vietnam, Thailand, India, dan Tiongkok. Ganjar menekankan pentingnya memastikan pasokan pangan yang berkelanjutan, terutama dalam situasi konflik atau perang.
Lihat Juga :