Soal ASN Tak Netral di Pilkada, Tjahjo Kumolo: Motifnya untuk Jabatan
Senin, 10 Agustus 2020 - 12:39 WIB
Dia mengingatkan agar ASN tetap menjaga kenetralannya dalam pelaksanaan pilkada kali ini. Dia mengatakan jangan sampai demi mendapatkan jabatan berbondong-bondong melibatkan diri dalam politik demi mengincar jabatan. “Kemudian berbondong-bondong jadi tim sukses. Berharap kalau menang dapat jabatan. Ini sesuatu yang harus dihindari,” ungkapnya.
Motif ini selaras dengan hasil survei KASN 2018 bahwa sebanyak 43,4% ASN yang melanggar netralitas karena adanya motif mendapatkan/mempertahankan jabatan/materi/proyek. Lalu 15,4% karena masih adanya hubungan kekeluargaan/kekerabatan dengan calon. Kemudian 12,1% disebabkan kurangnya pemahaman terhadap aturan/regulasi tentang netralitas.
Sebanyak 7,7% disebabkan adanya intervensi/tekanan dari pimpinan/atasan. Lalu 5,5% karenanya kurangnya integritas.Sementara 4,9% menganggap tidak netral adalah hal lumrah. Kemudian 2,7% karena pemberian sanksi lemah. Sisanya 1,6% lainnya dan 6,6% tidak menjawab. dita angga
Motif ini selaras dengan hasil survei KASN 2018 bahwa sebanyak 43,4% ASN yang melanggar netralitas karena adanya motif mendapatkan/mempertahankan jabatan/materi/proyek. Lalu 15,4% karena masih adanya hubungan kekeluargaan/kekerabatan dengan calon. Kemudian 12,1% disebabkan kurangnya pemahaman terhadap aturan/regulasi tentang netralitas.
Sebanyak 7,7% disebabkan adanya intervensi/tekanan dari pimpinan/atasan. Lalu 5,5% karenanya kurangnya integritas.Sementara 4,9% menganggap tidak netral adalah hal lumrah. Kemudian 2,7% karena pemberian sanksi lemah. Sisanya 1,6% lainnya dan 6,6% tidak menjawab. dita angga
(cip)
Lihat Juga :