Ganjar Komitmen Berantas Budaya Sogok, Partai Perindo Tekankan 3 Poin Penting
Senin, 18 Desember 2023 - 18:37 WIB
Ketua Bidang Politik DPP Partai Perindo, Yusuf Lakaseng menilai sogokan hingga kini masih marak dan menjadi penyakit masyarakat. Bahkan, budaya sogokan masih marak terjadi di pemerintahan. Foto/MPI
BANDUNG - Ketua Bidang Politik DPP Partai Perindo , Yusuf Lakaseng menilai sogokan hingga kini masih marak dan menjadi penyakit masyarakat. Bahkan, budaya sogokan masih marak terjadi di pemerintahan.
Menurut dia, budaya sogokan masih marak terjadi di Indonesia. Hal itu sesungguhnya bukan budaya tapi penyakit dalam masyarakat pra modern dengan kultur feodalisme yang aku. Bahkan masih berkarat pada masyarakat di semua level terutama pemimpin pemerintahan.Baca juga: Momen Ganjar Dipalak Bocil Buat Beli Burung saat Cek Harga di Pasar Induk Wonosobo
“Itu terjadi karena tingkat pendidikan pada masyarakat mayoritas di level rendah dan jika dilihat data Indonesia sekitar 74% pendidikan masyarakatnya masih SMA ke bawah,” ujarnya, Senin (18/12/2023).
Menurut dia, mengatasi masalah tersebut, solusinya ada tiga. Pertama, perbaikan pendidikan masyarakat agar semua penduduknya harus mengenyam pendidikan level perguruan tinggi. Hal ini agar literasinya bagus dan mereka mengenal ilmu pengetahuan dan tradisi modernisme.
Menurut dia, budaya sogokan masih marak terjadi di Indonesia. Hal itu sesungguhnya bukan budaya tapi penyakit dalam masyarakat pra modern dengan kultur feodalisme yang aku. Bahkan masih berkarat pada masyarakat di semua level terutama pemimpin pemerintahan.Baca juga: Momen Ganjar Dipalak Bocil Buat Beli Burung saat Cek Harga di Pasar Induk Wonosobo
“Itu terjadi karena tingkat pendidikan pada masyarakat mayoritas di level rendah dan jika dilihat data Indonesia sekitar 74% pendidikan masyarakatnya masih SMA ke bawah,” ujarnya, Senin (18/12/2023).
Menurut dia, mengatasi masalah tersebut, solusinya ada tiga. Pertama, perbaikan pendidikan masyarakat agar semua penduduknya harus mengenyam pendidikan level perguruan tinggi. Hal ini agar literasinya bagus dan mereka mengenal ilmu pengetahuan dan tradisi modernisme.
Lihat Juga :