Dilema Jenderal Polisi, Karier Sedang Cemerlang Malah Ditugaskan Jadi Ajudan Soeharto
Senin, 18 Desember 2023 - 05:00 WIB
Anton Tabah cukup lama bertugas sebagai sekretaris pribadi mantan Presiden Soeharto. FOTO REPRO/BUKU Pak Harto The Untold Stories
JAKARTA - Anton Tabah bingung bukan kepalang. Ketika namanya sedang naik daun, polisi berpangkat Mayor itu malah diperintahkan menjadi ajudan mantan Presiden Soeharto yang saat itu sedang dihujat sana-sini.
Perintah itu diterima melalui sambungan telepon pada Juli 1998 atau sekitar dua bulan setelah Soeharto lengser dari kursi presiden yang telah diduduki selama 32 tahun.
"Ya, saya Jenderal Rusmanhadi, Kapolri, Mas Anton". Begitu bunyi suara di ujung telepon seperti dituturkan Irjen Pol (Purn) Anton Tabah dalam buku Pak Harto The Untold Stories dikutip, Minggu (17/12/2023).
Baca juga: Waktu Kecil Dorong Sepeda Soeharto, Siapa Sangka Sosok Ini Jadi Jenderal TNI Kepercayaan Presiden
Anton yang waktu itu menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan Polda Jawa Tengah setengah tidak percaya. Masak Kapolri meneleponnya langsung. Tidak mungkin. Namun setelah mendengarkan dengan seksama, Anton mengenali suara di ujung telepon itu. Kapolri menjelaskan bahwa ia akan ditugaskan sekretaris Soeharto.
Dilema, menerima atau menolak. Itulah yang dirasakan Anton Tabah mengingat namanya sedang naik daun karena kerap menulis hasil pemikirannya di media massa. Anton juga disebut sebagai The Rising Star ABRI oleh majalah terkemuka bersandingan dengan Brigjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Brigjen TNI Prabowo Subianto.
Perintah itu diterima melalui sambungan telepon pada Juli 1998 atau sekitar dua bulan setelah Soeharto lengser dari kursi presiden yang telah diduduki selama 32 tahun.
"Ya, saya Jenderal Rusmanhadi, Kapolri, Mas Anton". Begitu bunyi suara di ujung telepon seperti dituturkan Irjen Pol (Purn) Anton Tabah dalam buku Pak Harto The Untold Stories dikutip, Minggu (17/12/2023).
Baca juga: Waktu Kecil Dorong Sepeda Soeharto, Siapa Sangka Sosok Ini Jadi Jenderal TNI Kepercayaan Presiden
Anton yang waktu itu menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan Polda Jawa Tengah setengah tidak percaya. Masak Kapolri meneleponnya langsung. Tidak mungkin. Namun setelah mendengarkan dengan seksama, Anton mengenali suara di ujung telepon itu. Kapolri menjelaskan bahwa ia akan ditugaskan sekretaris Soeharto.
Dilema, menerima atau menolak. Itulah yang dirasakan Anton Tabah mengingat namanya sedang naik daun karena kerap menulis hasil pemikirannya di media massa. Anton juga disebut sebagai The Rising Star ABRI oleh majalah terkemuka bersandingan dengan Brigjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Brigjen TNI Prabowo Subianto.
Lihat Juga :