Komika Jadi Tersangka Penistaan Agama, Pengamat Ingatkan Bahayanya Pembelahan Masyarakat
Minggu, 10 Desember 2023 - 16:40 WIB
Ditreskrimum Polda Lampung menetapkan komika Aulia Rakhman (AR) sebagai tersangka penistaan agama. Foto/Istimewa
JAKARTA - Pakar komunikasi, Selamat Ginting mengingatkan bahayanya pembelahan masyarakat akibat isu sensitif di tahun politik. Kasus yang menimpa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat Pilkada DKI Jakarta 2017 harus menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Hal ini disampaikan Ginting menanggapi kasus dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW oleh komika Aulia Rakhman saat mengisi acara Desak Anies Baswedan di Lampung, Kamis (7/12/2023). Ditreskrimum Polda Lampung menetapkan Aulia Rakhman (AR) sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama.
Menurutnya, kasus Ahok pada Pilkada Jakarta 2017 silam harus menjadi pembelajaran bagi rakyat Indonesia. Sebab, berdampak pada pembelahan luar biasa antarwarga.
"Jangan masuk ke wilayah sensitif di tahun politik, karena kita sudah mengalami pembelahan sejak 2014. Dan itu riil," kata Ginting, Minggu (10/12/2023).
Pembelahan di masyarakat, kata Ginting, sebenarnya telah coba diperbaiki Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan mengajak Prabowo Subianto masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju. "Masuknya Prabowo itu kan sebenarnya tujuannya meminimalisasi pembelahan di masyarakat. Jangan diperlebar lagi di tahun politik, yang nantinya bisa menjadi sesuatu yang kontraproduktif," katanya.
Ginting meminta partai politik mengingatkan para penghibur acara dan aktor-aktor dalam acara yang digelar agar tidak masuk ke wilayah sensitif. "Mereka harus belajar dari kasus pembelahan masyarakat akibat pemilu. Sudah 9 tahun. Mau terjadi lagi?" ungkapnya.
Hal ini disampaikan Ginting menanggapi kasus dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW oleh komika Aulia Rakhman saat mengisi acara Desak Anies Baswedan di Lampung, Kamis (7/12/2023). Ditreskrimum Polda Lampung menetapkan Aulia Rakhman (AR) sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama.
Menurutnya, kasus Ahok pada Pilkada Jakarta 2017 silam harus menjadi pembelajaran bagi rakyat Indonesia. Sebab, berdampak pada pembelahan luar biasa antarwarga.
"Jangan masuk ke wilayah sensitif di tahun politik, karena kita sudah mengalami pembelahan sejak 2014. Dan itu riil," kata Ginting, Minggu (10/12/2023).
Pembelahan di masyarakat, kata Ginting, sebenarnya telah coba diperbaiki Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan mengajak Prabowo Subianto masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju. "Masuknya Prabowo itu kan sebenarnya tujuannya meminimalisasi pembelahan di masyarakat. Jangan diperlebar lagi di tahun politik, yang nantinya bisa menjadi sesuatu yang kontraproduktif," katanya.
Ginting meminta partai politik mengingatkan para penghibur acara dan aktor-aktor dalam acara yang digelar agar tidak masuk ke wilayah sensitif. "Mereka harus belajar dari kasus pembelahan masyarakat akibat pemilu. Sudah 9 tahun. Mau terjadi lagi?" ungkapnya.
Lihat Juga :