Survei LSI: Mayoritas Publik Yakin Terjadi Kecurangan di Pemilu 2024
Minggu, 10 Desember 2023 - 14:24 WIB
Dari hasil survei LSI, sebanyak 50,2% responden meyakini potensi terjadinya kecurangan pada Pemilu 2024 sangat besar. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
JAKARTA - Lembaga Survei Indonesia (LSI) memotret persepsi publik terkait potensi kecurangan pada Pemilu 2024 dalam jejak pendapat teranyar. Hasilnya, mayoritas responden meyakini terjadinya kecurangan pada Pemilu 2024.
Dari hasil survei LSI, sebanyak 50,2% responden meyakini potensi terjadinya kecurangan pada Pemilu 2024 sangat besar. Sementara responden yang menganggap kecilnya potensi kecurangan sebesar 32,3%. Sedangkan responden yang menyatakan tidak tahu 17,5%.
“Lebih banyak menilai cukup/sangat besar kemungkinan terjadinya kecurangan di Pemilu 2024 mendatang, yakni 50,2%,” ujar Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat paparan hasil survei secara daring di YouTube Lembaga Survei Indonesia, Minggu (10/12/2023).
Baca Juga: Cegah Masalah DPT di Pemilu 2024, Bawaslu Minta KPU Sinkronisasi Data Non E-KTP
LSI mencoba memotret lebih dalam persepsi publik terkai potensi kecurangan pemilu. Hasilnya, partai politik dianggap pihak yang paling potensial melakukan kecurangan.
Sebanyak 17,1% responden menyatakan parpol menjadi pihak yang paling potensial melakukan kecurangan. Urutan kedua, timses capres-cawapres sebesar 15,9%. Ketiga ada pihak penyelenggara pemilu 13,6%.
Dari hasil survei LSI, sebanyak 50,2% responden meyakini potensi terjadinya kecurangan pada Pemilu 2024 sangat besar. Sementara responden yang menganggap kecilnya potensi kecurangan sebesar 32,3%. Sedangkan responden yang menyatakan tidak tahu 17,5%.
“Lebih banyak menilai cukup/sangat besar kemungkinan terjadinya kecurangan di Pemilu 2024 mendatang, yakni 50,2%,” ujar Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat paparan hasil survei secara daring di YouTube Lembaga Survei Indonesia, Minggu (10/12/2023).
Baca Juga: Cegah Masalah DPT di Pemilu 2024, Bawaslu Minta KPU Sinkronisasi Data Non E-KTP
LSI mencoba memotret lebih dalam persepsi publik terkai potensi kecurangan pemilu. Hasilnya, partai politik dianggap pihak yang paling potensial melakukan kecurangan.
Sebanyak 17,1% responden menyatakan parpol menjadi pihak yang paling potensial melakukan kecurangan. Urutan kedua, timses capres-cawapres sebesar 15,9%. Ketiga ada pihak penyelenggara pemilu 13,6%.
Lihat Juga :