Cegah COVID-19 di Pesantren, NU CARE Gelar Tes Swab Gratis untuk Guru Ngaji
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 19:46 WIB
Dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 di kalangan pesantren, NU CARE-LAZISNU bekerja sama dengan Tokopedia Salam menggelar tes swab PCR untuk guru ngaji. Foto/SINDOnews/Abdul Rochim
JAKARTA - Dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 di kalangan pesantren, NU CARE-LAZISNU bekerja sama dengan Tokopedia Salam menggelar tes swab PCR untuk guru ngaji. Tes massal yang digelar di Ponpes Luhur ats Tsaqafah, Jakarta Selatan ini diikuti sekitar 100 guru ngaji dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang sangat ketat. Kegiatan ini pun akan dilanjutkan kepada para santri secara bertahap dalam dua minggu ke depan.
Menurut dr Fariz Zen, kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode Pool Test COVID-19. Metode ini, selain efektif juga efisien untuk pemeriksaan PCR pada komunitas pesantren. Terpenting bahwa metode ini juga didasarkan atas kajian epidemiologis. (Baca juga: Presiden Lagi-lagi Marahi Menteri, Effendi Simbolon: Dari Awal Bukan The Dream Team)
"Insya Allah, dalam waktu 1x24 jam sudah akan ada hasilnya. Jadi, metode test PCR dengan metode pool test itu sangat efektif untuk pemeriksaan yang berbasis komunitas, terutama pesantren," jelas dr Fariz Zen, Tim Satgas NU Peduli COVID-19 dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2020).
Sementara itu, Ketua NU CARE-LAZISNU, Achmad Sudrajat mengatakan program ini merupakan salah satu kegiatan NU CARE-LAZISNU yang fokus pada dunia pesantren. Menurutnya, pesantren harus mendapatkan perhatian khusus dalam pencegahan COVID-19, mengingat tradisi pesantren yang begitu kental dengan kebersamaan antar santri.
Menurut dr Fariz Zen, kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode Pool Test COVID-19. Metode ini, selain efektif juga efisien untuk pemeriksaan PCR pada komunitas pesantren. Terpenting bahwa metode ini juga didasarkan atas kajian epidemiologis. (Baca juga: Presiden Lagi-lagi Marahi Menteri, Effendi Simbolon: Dari Awal Bukan The Dream Team)
"Insya Allah, dalam waktu 1x24 jam sudah akan ada hasilnya. Jadi, metode test PCR dengan metode pool test itu sangat efektif untuk pemeriksaan yang berbasis komunitas, terutama pesantren," jelas dr Fariz Zen, Tim Satgas NU Peduli COVID-19 dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2020).
Sementara itu, Ketua NU CARE-LAZISNU, Achmad Sudrajat mengatakan program ini merupakan salah satu kegiatan NU CARE-LAZISNU yang fokus pada dunia pesantren. Menurutnya, pesantren harus mendapatkan perhatian khusus dalam pencegahan COVID-19, mengingat tradisi pesantren yang begitu kental dengan kebersamaan antar santri.
Lihat Juga :