Banyak PHK, Pemerintah Diminta Ubah Bansos Jadi Bantuan Langsung Tunai
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 13:43 WIB
Pemerintah diminta untuk mengubah bantuan sosial (bansos) diubah menjadi bantuan langsung tunai (BLT). Dengan BLT, masyarakat bisa menerima uang dan membelanjakannya di warung-warung sekitarnya. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani menyatakan survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyebut sekitar 29 juta warga Indonesia mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) pada masa Covid tidak berbeda dengan data yang diterimanya dari berbagai sumber.
Di sektor formal, misalnya, data yang diterima Rosan dari sejumlah asosiasi di bawah Kadin ada 6,4 juta orang pekerja yang terdampak akibat Covid-19. “Tapi, sebagai catatan, kebanyakan pekerja di sektor formal itu tidak di-PHK, tapi dirumahkan. Perusahaan tidak berproduksi lagi dan tidak mampu membayar para pekerjanya sehingga para pekerja didiamkan,” kata Rosan, beberapa waktu lalu, dalam keterangan pers SMRC yang diterima SINDOnews, Sabtu (8/8/2020).
Menurut dia, yang paling banyak dirumahkan dari sektor formal adalah pekerja di bidang tekstil. Angkanya mencapai 2,1 juta orang. Transportasi darat 1,4 juta orang, restoran hampir 1 juta orang, alas kaki 15 ribu, dan lainnya.
Di sektor informal/usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menurut Rosan, pengusaha UMKM yang meminta untuk direstrukturisasi di perbankan berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah 550 triliyun Rupiah dari total hampir Rp1.100 triliun. Berarti sudah 50% yang terdampak. (Baca juga: Jokowi Ajak Kader Gerindra Berjuang Hadapi Situasi Sulit )
Di sektor formal, misalnya, data yang diterima Rosan dari sejumlah asosiasi di bawah Kadin ada 6,4 juta orang pekerja yang terdampak akibat Covid-19. “Tapi, sebagai catatan, kebanyakan pekerja di sektor formal itu tidak di-PHK, tapi dirumahkan. Perusahaan tidak berproduksi lagi dan tidak mampu membayar para pekerjanya sehingga para pekerja didiamkan,” kata Rosan, beberapa waktu lalu, dalam keterangan pers SMRC yang diterima SINDOnews, Sabtu (8/8/2020).
Menurut dia, yang paling banyak dirumahkan dari sektor formal adalah pekerja di bidang tekstil. Angkanya mencapai 2,1 juta orang. Transportasi darat 1,4 juta orang, restoran hampir 1 juta orang, alas kaki 15 ribu, dan lainnya.
Di sektor informal/usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menurut Rosan, pengusaha UMKM yang meminta untuk direstrukturisasi di perbankan berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah 550 triliyun Rupiah dari total hampir Rp1.100 triliun. Berarti sudah 50% yang terdampak. (Baca juga: Jokowi Ajak Kader Gerindra Berjuang Hadapi Situasi Sulit )
Lihat Juga :