Eksplor Museum La Pawawoi, Alam Ganjar Kagum Kerajaan Bone Banyak Dipimpin Perempuan
Rabu, 06 Desember 2023 - 14:55 WIB
Alam disambut oleh ratusan masyarakat sejak pagi hari yang hendak ingin melihat dan berfoto dengan dirinya. Diapun tampak kagum dengan sejarah besar yang pernah ditorehkan oleh Kerajaan Bone.
"Luar biasa, baru sebentar di Bone kita sudah lihat beberapa sejarah dan budayanya Bone, luar biasa kuat, ternyata kerajaan Bone seringkali dipimpin oleh perempuan dan itu yang membuat saya kagum," ujar Alam.
Sejarah mencatat bahwa Kerajaan Bone didirikan oleh Manurunge ri Matajang pada 1330 Masehi dan masuknya Islam ke Kerajaan Bone sendiri berawal ketika kerajaan ini tidak dianggap sederajat oleh Kesultanan Gowa. Kerajaan Bone baru akan dianggap setara apabila mau mengikuti Kesultanan Gowa memeluk agama Islam.
"Apalagi Bone memiliki budaya Islam yang cukup kuat, terlebih dengan adanya pemimpin perempuan, hal tersebut menunjukkan toleransi terhadap gender itu sudah ditanam sejak dulu dan itu yang saya salut," ungkap Alam.
Alam pun memperoleh informasi perkembangan sejarah Bone. Meski sempat menjadi penguasa utama di Sulawesi Selatan, Bone akhirnya berada di bawah kendali Belanda pada 1905.
"Luar biasa, baru sebentar di Bone kita sudah lihat beberapa sejarah dan budayanya Bone, luar biasa kuat, ternyata kerajaan Bone seringkali dipimpin oleh perempuan dan itu yang membuat saya kagum," ujar Alam.
Sejarah mencatat bahwa Kerajaan Bone didirikan oleh Manurunge ri Matajang pada 1330 Masehi dan masuknya Islam ke Kerajaan Bone sendiri berawal ketika kerajaan ini tidak dianggap sederajat oleh Kesultanan Gowa. Kerajaan Bone baru akan dianggap setara apabila mau mengikuti Kesultanan Gowa memeluk agama Islam.
"Apalagi Bone memiliki budaya Islam yang cukup kuat, terlebih dengan adanya pemimpin perempuan, hal tersebut menunjukkan toleransi terhadap gender itu sudah ditanam sejak dulu dan itu yang saya salut," ungkap Alam.
Alam pun memperoleh informasi perkembangan sejarah Bone. Meski sempat menjadi penguasa utama di Sulawesi Selatan, Bone akhirnya berada di bawah kendali Belanda pada 1905.
Lihat Juga :