Fenomena Anak Muda Suka Pemimpin Gemoy, Indonesia Dinilai Gagal Dokumentasikan Sejarah
Kamis, 30 November 2023 - 16:55 WIB
Guru Besar Antropologi Hukum Universitas Indonesia (UI) Sulistyowati Irianto menilai bangsa Indonesia gagal mendokumentasikan narasi sejarah. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Guru Besar Antropologi Hukum Universitas Indonesia (UI) Sulistyowati Irianto menilai bangsa Indonesia gagal mendokumentasikan narasi sejarah dari generasi ke generasi. Hal itu dibuktikan banyaknya anak muda yang suka dengan gimik calon pemimpin yang menggunakan citra gemoy, tapi lupa rekam jejaknya.
Menurut Sulis, fenomena gimik calon pemimpin gemoy yang disukai anak muda adalah kegagalan Indonesia dalam menyampaikan peristiwa kelam di masa lalu. Sebab, generasi muda saat ini tidak terhubung langsung dengan peristiwa yang terjadi pada 25 tahun silam.
Baca juga: Prabowo Disebut Gemoy, Ini Kata Ganjar Pranowo
"Sehingga generasi sekarang dan yang akan datang lepas dari pengetahuan tentang sejarah yang pernah terjadi yang sangat membuat kita terperosok sebagai negara yang tidak mampu menjaga demokrasi dan hukum," kata Sulis usai acara Seruan Kebangsaan: Forum Lintas Generasi di Sekolah Tinggi Filsafat Dryarkara, Kamis (30/11/2023).
Menurut Sulis, fenomena gimik calon pemimpin gemoy yang disukai anak muda adalah kegagalan Indonesia dalam menyampaikan peristiwa kelam di masa lalu. Sebab, generasi muda saat ini tidak terhubung langsung dengan peristiwa yang terjadi pada 25 tahun silam.
Baca juga: Prabowo Disebut Gemoy, Ini Kata Ganjar Pranowo
"Sehingga generasi sekarang dan yang akan datang lepas dari pengetahuan tentang sejarah yang pernah terjadi yang sangat membuat kita terperosok sebagai negara yang tidak mampu menjaga demokrasi dan hukum," kata Sulis usai acara Seruan Kebangsaan: Forum Lintas Generasi di Sekolah Tinggi Filsafat Dryarkara, Kamis (30/11/2023).
Lihat Juga :