Resesi di Depan Mata, Sandiaga Sarankan Percepat Program Pemulihan Ekonomi

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 18:02 WIB
“Untuk dana PEN melalui jalur HIMBARA dan bank daerah sudah berjalan baik. Hanya saja, nilainya kecil hanya Rp30 triliun. Belum mampu menopang secara menyeluruh daya beli yang terus menurun,” tandasnya.

Senada diungkapkan anggota Komisi XI DPR Kamrussamad. Menurut dia, pemerintah memang harus segera mempercepat realisasi program pemulihan ekonomi untuk menghindari resesi. Percepatan yang harus dikebut dari program PEN adalah penyaluran anggaran kesehatan, bantuan sosial (bansos) untuk mendongkrak konsumsi masyarakat, dan dorongan pada sektor UMKM serta korporasi pada industri padat karya.

“Tim PEN harusnya dipimpin oleh Menteri Keuangan karena desain skema kebijakan keuangan negara serta industri keuangan untuk mengatasi dampak Covid ini. Beliau yang siapkan sejak awal sesuai UU No 2 tahun 2020,” tandas Kamrussamad.

Pemberian BLT kepada 13, 8 juta pekerja non-PNS dan non-BUMN dengan gaji di bawah Rp5 juta dengan menggunakan basis data BPJS Ketenagakerjaan selama 4 bulan, lanjutnya, memang bisa meningkatkan daya beli pekerja. Namun, menurut dia, belum tentu bisa menyelamatkan resesi ekonomi.
(nbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!