Aksi Heroik Marinir Kalahkan Pasukan Inggris di Kalimantan dalam Pertempuran Kelabakan

Rabu, 29 November 2023 - 06:02 WIB
Berkat infomasi yang cukup lengkap, Komandan Peleton Serda KKO Rebani memutuskan untuk melakukan serangan malam hari. Tepat pada 30 Desember 1963 pukul 21.00 diputuskan untuk melakukan serangan, dengan membagi dua pasukannya dan bersama-sama mendekati sasaran dari arah berlawanan.

Setelah melalui pertempuran sengit pos musuh dapat diduduki, beberapa senjata dapat disita yaitu 1 pucuk BAG Nato, 7 pucuk SOR, 10 stengun dan 1 pucuk pistol.

”Dalam pertempuran ini 1 pasukan KKO AL gugur bernama Prako Gabriel, sementara dari pihak musuh 8 orang tewas dan 38 orang lainnya luka-luka,” tuturnya.

Setelah pertempuran selesai dan berhasil menghancurkan musuh, pasukan gerilya KKO memutuskan untuk kembali ke pangkalan dan tidak menduduki pos musuh mengingat sulitnya mendapatkan makanan.

Namun upaya untuk kembali ke pangkalan tidak mudah, para prajurit harus mencari jalan memutar lantaran sulitnya medan karena hutan yang masih lebat dan penjagaan perbatasan yang kuat. Ditambah perbekalan prajurit yang dibawa sudah habis.

Seiring perubahan politik nasional, konfrontasi dengan Malaysia pun berakhir setelah Presiden Soeharto mengambil alih pucuk kepemimpinan nasional pascatragedi berdarah G30S/PKI.

Pada 28 Mei 1966 di sebuah konferensi di Bangkok, Kerajaan Malaysia dan Pemerintah Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik dan normalisasi hubungan antara kedua negara. Perjanjian perdamaian kedua negara kemudian ditandatangani pada 11 Agustus 1966 dan diresmikan dua hari kemudian.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!