Ledakan di Beirut, Jokowi: Indonesia Bersama Lebanon
Kamis, 06 Agustus 2020 - 15:02 WIB
Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) akan terus memantau perkembangan situasi di Lebanon pasca ledakan. "Menlu RI terus melakukan komunikasi dengan Dubes RI di Beirut, terutama guna peroleh informasi perkembangan situasi dan memastikan keselamatan serta keamanan WNI," demikian bunyi keterangan Kemenlu.
Sejauh ini, satu WNI berinisial NNE mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan serta telah kembali ke rumah. Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI yang tinggal menetap di Lebanon. Dari jumlah itu, 1.234 orang di antaranya merupakan Kontingen Garuda yang tergabung dalam Misi Perdamaian PBB UNIFIL, sedang 213 lainnya merupakan WNI sipil.
Kontingen Garuda yang tergabung dalam UNIFIL FC membantu penanganan pasca ledakan termasuk evakuasi korban. Kemenlu juga memberikan nomor hotline yang dapat dihubungi bagi WNI yaitu KBRI Beirut (+961 70 817 310), hotline pelindungan WNI Kemlu RI (+62 812-9007-0027).
Sejauh ini, satu WNI berinisial NNE mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan serta telah kembali ke rumah. Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI yang tinggal menetap di Lebanon. Dari jumlah itu, 1.234 orang di antaranya merupakan Kontingen Garuda yang tergabung dalam Misi Perdamaian PBB UNIFIL, sedang 213 lainnya merupakan WNI sipil.
Kontingen Garuda yang tergabung dalam UNIFIL FC membantu penanganan pasca ledakan termasuk evakuasi korban. Kemenlu juga memberikan nomor hotline yang dapat dihubungi bagi WNI yaitu KBRI Beirut (+961 70 817 310), hotline pelindungan WNI Kemlu RI (+62 812-9007-0027).
(nbs)
Lihat Juga :