Cucu Soekarno Angkat Bicara Soal Neo Orba: Sangat Bertentangan dengan Falsafah Pancasila

Senin, 06 November 2023 - 21:28 WIB
Ketua Umum Yayasan Pendidikan Soekarno yang merupakan cucu Presiden pertama RI Soekarno, Marhaendra Putra. Foto: Ist
JAKARTA - Ketua Umum Yayasan Pendidikan Soekarno yang merupakan cucu Presiden pertama RI Soekarno, Marhaendra Putra ikut bersuara terkait pernyataan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat yang menyebut pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka cerminan neo Orde Baru (Orba).

Hal tersebut perlu dikhawatirkan dan bisa saja terjadi di masa sekarang ini. Pria yang akrab disapa Dade ini beranggapan jika neo orba bisa muncul pada situasi rezim yang marak melakukan KKN.



"Perilaku KKN kembali dipraktikkan oleh penguasa saat ini sebagai bagian dari abuse of power yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif," kata Dade, Senin (6/11/2023).

Putra Rachmawati Soekarnoputri ini menjelaskan jika sistem politik saat Orba ditandai dengan maraknya KKN. Politik KKN yang kemudian ditentang masyarakat hingga akhirnya membuat keruntuhan rezim.

Pada masa reformasi sekarang ini, perilaku KKN semacam itu seolah kembali muncul dan mengkhawatirkan. Termasuk salah satunya lewat pencalonan Gibran sebagai calon wakil presiden.

"Penunjukan GR sebagai cawapres Prabowo sangat kental dengan praktik tersebut. GR merupakan anak Presiden Jokowi yang sebetulnya secara UU pemilu tidak memenuhi syarat karena faktor usia, namun dipaksakan untuk tetap menjadi cawapres dengan menggunakan MK sebagai lembaga pemberi legalitimasi," ujar Dade.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!