Presiden PKS Kunjungi Kediaman Ketua PWNU Jawa Timur Bahas NKRI
Selasa, 10 Oktober 2023 - 15:56 WIB
Baca juga: Presiden PKS: 2024 Momentum Kemenangan bagi Anies Baswedan
Ketua PWNU Jatim KH. Marzuki Mustamar menyampaikan perjuangan Nahdlatul Ulama selalu berada di tengah, atau wasathiyah. NU sejak awal sangat konsen dengan perkembangan agama. Di waktu yang sama, kata dia, NU sadar bahwa kedaulatan negara juga sangat penting.
"Karena itu posisi kami selalu di tengah. Kadangkala, ada beberapa yang semangat Islamnya luar biasa, kadang juga lupa kalau menjaga wathon juga wajib. Ini juga ditarik ke tengah. Rasulullah juga seperti itu. Hari ini kami dari NU dan beliau-beliau dari PKS ini bertemu dalam rangka agar kita semua bisa terus berada di tengah, yang bisa jadi pemersatu untuk Indonesia,” katanya.
Kiai Marzuki juga sempat memuji buku karangan Ahmad Syaikhu yang diberikan sebagai buah tangan untuk Ketua PWNU yang berjudul ‘Ri’ayah Indonesia’ tentang bagaimana menjaga Indonesia. ”Jangan-jangan yang enggak patek NKRI saya, ngarang banyak kitab tentang syariat sementara Pak Syaikhu mengarang kewajiban menjaga NKRI. Ini sudah jelas,” ucapnya.
Ketua PWNU Jatim KH. Marzuki Mustamar menyampaikan perjuangan Nahdlatul Ulama selalu berada di tengah, atau wasathiyah. NU sejak awal sangat konsen dengan perkembangan agama. Di waktu yang sama, kata dia, NU sadar bahwa kedaulatan negara juga sangat penting.
"Karena itu posisi kami selalu di tengah. Kadangkala, ada beberapa yang semangat Islamnya luar biasa, kadang juga lupa kalau menjaga wathon juga wajib. Ini juga ditarik ke tengah. Rasulullah juga seperti itu. Hari ini kami dari NU dan beliau-beliau dari PKS ini bertemu dalam rangka agar kita semua bisa terus berada di tengah, yang bisa jadi pemersatu untuk Indonesia,” katanya.
Kiai Marzuki juga sempat memuji buku karangan Ahmad Syaikhu yang diberikan sebagai buah tangan untuk Ketua PWNU yang berjudul ‘Ri’ayah Indonesia’ tentang bagaimana menjaga Indonesia. ”Jangan-jangan yang enggak patek NKRI saya, ngarang banyak kitab tentang syariat sementara Pak Syaikhu mengarang kewajiban menjaga NKRI. Ini sudah jelas,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :