Irma Suryani Mengaku Gagal Paham dengan Koalisi Selamatkan Indonesia
Selasa, 04 Agustus 2020 - 09:19 WIB
"Saya gagal paham dengan pikiran mereka untuk menyelamatkan Indonesia. Terus mimpi menyelamatkan indonesia? Pakai apa? Memang gampang memimpin negara kepulauan terbesar di dunia seperti Indonesia? Kalau memprovokasi dan nyinyir doang sih gampang, tapi mana dong prestasinya," ujar Irma.
Irma melanjutkan, sebagai contoh dirinya yang ditugasi menjadi Komisaris Pelindo I tengah memperbaiki perilaku pejabat dan karyawan BUMN. Ia menyebut ada oknum komisaris yang lama ketika ulang tahun meminta uang sampai Rp500 juta. Perbaikan perilaku seperti ini jauh lebih berguna ketimbang koar-koar tidak jelas. (Baca juga: Hanura Duga Koalisi Din dkk Ingin Jatuhkan Jokowi dengan Cara Pecundang )
Irma mengaku bukan orang yang antikritik. Baginya silakan pemerintahan dikritisi, tapi dengan tabayun lebih dulu dan by data sehingga kritiknya konstruktif. Terlebih, koalisi itu digagas oleh tokoh masyarakat.
"Cobalah bersyukur, negara-negara besar dunia seperti Eropa, Amerika, Singapora, Hong Kong, Korea, Jerman sudah masuk dalam krisis ekonomi sebagai side effect pendemi corona. Indonesia masih di gerbang krisis dan mudah-mudahan mampu bertahan meski dengan susah payah, mbok ya diapresiasi, bukannya malah di kuyo-kuyo," katanya.
Irma melanjutkan, sebagai contoh dirinya yang ditugasi menjadi Komisaris Pelindo I tengah memperbaiki perilaku pejabat dan karyawan BUMN. Ia menyebut ada oknum komisaris yang lama ketika ulang tahun meminta uang sampai Rp500 juta. Perbaikan perilaku seperti ini jauh lebih berguna ketimbang koar-koar tidak jelas. (Baca juga: Hanura Duga Koalisi Din dkk Ingin Jatuhkan Jokowi dengan Cara Pecundang )
Irma mengaku bukan orang yang antikritik. Baginya silakan pemerintahan dikritisi, tapi dengan tabayun lebih dulu dan by data sehingga kritiknya konstruktif. Terlebih, koalisi itu digagas oleh tokoh masyarakat.
"Cobalah bersyukur, negara-negara besar dunia seperti Eropa, Amerika, Singapora, Hong Kong, Korea, Jerman sudah masuk dalam krisis ekonomi sebagai side effect pendemi corona. Indonesia masih di gerbang krisis dan mudah-mudahan mampu bertahan meski dengan susah payah, mbok ya diapresiasi, bukannya malah di kuyo-kuyo," katanya.
(abd)
Lihat Juga :