Sejarawan Ungkap Penanganan COVID-19 Sama dengan Flu Spanyol Pada 1918
Minggu, 02 Agustus 2020 - 08:40 WIB
Sejarawan lain, Kresno Brahmantyo mengungkapkan buku "Lelara Influenza" cukup populer meski masyarakat belum banyak yang dapat membaca. "Ada data yang menunjukkan peminjaman buku pada tahun 1920-1923 itu cukup tinggi," ucapnya.
Buku yang diterbitkan Balai Pustaka itu menjelaskan gejala dan penanganan Flu Spanyol. Isinya, banyak menekankan agar manusia tidak bertindak ceroboh. "Berhati-hatilah. Jangan sampai bertindak ceroboh yang bisa mengakibatkan munculnya debu. Orang yang terkena panas dan bantuk tidak boleh keluar rumah. Harus tidur atau istirahat saja," katanya.(Baca juga: Memprihatinkan, PB IDI: Sudah 72 Dokter Meninggal Akibat Covid-19 )
Kresno memaparkan panduan penanganan dalam buku itu memerintah orang yang mengalami gejala harus diselimuti, kepala dikompres, dan tidak boleh mandi. Dalam menghadapi pandemi seperti ini, literasi masyarakat sangat penting. Dengan pemahaman yang baik tentang bahaya pandemi COVID-19 akan mempermudah penanganannya.
Buku yang diterbitkan Balai Pustaka itu menjelaskan gejala dan penanganan Flu Spanyol. Isinya, banyak menekankan agar manusia tidak bertindak ceroboh. "Berhati-hatilah. Jangan sampai bertindak ceroboh yang bisa mengakibatkan munculnya debu. Orang yang terkena panas dan bantuk tidak boleh keluar rumah. Harus tidur atau istirahat saja," katanya.(Baca juga: Memprihatinkan, PB IDI: Sudah 72 Dokter Meninggal Akibat Covid-19 )
Kresno memaparkan panduan penanganan dalam buku itu memerintah orang yang mengalami gejala harus diselimuti, kepala dikompres, dan tidak boleh mandi. Dalam menghadapi pandemi seperti ini, literasi masyarakat sangat penting. Dengan pemahaman yang baik tentang bahaya pandemi COVID-19 akan mempermudah penanganannya.
(abd)
Lihat Juga :