Gelar Pekan Menyusui, Kemenkes: ASI Cegah Kematian dan Stunting

Jum'at, 31 Juli 2020 - 18:50 WIB
Dhian menjelaskan ASI memiliki manfaat meningkatkan jalinan kasih antara ibu dan anak. Pemberian ASI pada bayi sejak pertama lahir hingga enam bulan akan memenuhi seluruh kebutuhan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. “Bayi yang mendapatkan ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik dan menurunkan risiko obesitas dan penyakit kronis. Frekuensi menyusui yang sesering mungkin, semaunya bayi, dan tidak dibatasi. Hal ini agar bayi mendapatkan ASI awal yang disebut foremilk,” kata Dhian.

Foremilk merupakan ASI matang yang banyak mengandung zat gizi dan cairan. Selain itu ada, hindmilk atau ASI akhir yang banyak mengandung lemak dan kental. “ASI tidak hanya menambah berat badan anak. Namun, dapat menstimulus proses perkembangan keterampilan, kecerdasan, mental, emosional, dan sosial anak,” tuturnya.

Peran ASI tidak bisa diganti oleh susu formula. Kandungan gizi dalam ASI tidak ditemukan dalam makanan atau minuman olahan. “ASI mengandung karbohidrat, protein, multivitamin, dan mineral lengkap yang mudah diserap dengan sempurna dan sama sekali tidak mengganggu fungsi ginjal bayi yang masih sangat lemah,” papar Dhian.

Kajian The Lancet Breastfeeding Series pada tahun 2016 menemukan dua fakta penting. Pertama, menyusui eksklusif menurunkan angka kematian karena infeksi sebanyak 88% pada bayi berusia kurang dari 3 tahun. Kedua, sebanyak 31,36 dari 37,94% anak sakit disebabkan tidak menerima ASI eksklusif.

Dhian mengungkapkan ada potensi kehilangan nilai ekonomi sekitar USD302 miliar per tahun jika tidak memberikan ASI eksklusif. Kesimpulannya, pemberian ASI dapat menurunkan angka kesakitan, kematian, dan stunting, serta mengurangi subsidi rumah sakit, devisa untuk membeli susu formula, dan meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!