Partai Perindo: Unity, Kesejahteraan dan Masa Depan Anak Muda
Jum'at, 01 September 2023 - 14:24 WIB
"Gerobak rupanya tidak lagi sebatas simbol keberpihakan Partai Perindo, jauh dari itu ada value yang paling mulia disana: Soal kebangsaan, kemanusiaan dan kesejahteraan," jelasnya.
Memang kata dia, jika merujuk data Kementerian Koperasi dan UMKM, Indonesia punya sekitar 65,4 juta UMKM. Bisa dibilang ini sektor mayoritas dari rakyat Indonesia.
Selain menjadi mayoritas penggerak ekonomi nasional, sektor UMKM juga mampu menyerap tenaga kerja terbesar 114,7 juta orang atau mencapai 56 persen dari total tenaga kerja Indonesia. Berbanding terbalik dengan usaha berskala besar (2022).
"Di level ekonomi makro, UMKM juga berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 60,3 persen, mampu menyerap tenaga kerja di Indonesia sebesar 97 persen," kata Azman.
Dijelaskan Azman, selain isu arsitektur kesehatan global dan transisi energi terbarukan, kemiskinan dan ketimpangan pendapatan menjadi isu yang paling diminati kalangan milenial. Gagasan Partai Perindo mendorong kesejahteraan lewat sektor UMKM sangat rasional untuk dikerjakan.
"Selain punya impact terhadap ekonomi nasional, UMKM juga menjadi jawaban atas kecemasan kalangan milenial menghadapi bonus demografi di masa depan," ujarnya.
Menurut dia, Indonesia masih harus menyelesaikan banyak masalah di sektor lapangan kerja, industrialisasi nasional dan mendorong peran UMKM merupakan solusi paling efektif menyelamatkan bangsa dari kemiskinan dan ancaman resesi global. Tentu saja pada semangat membangun Green Economy yang menjadi tema pembangunan dunia.
Memang kata dia, jika merujuk data Kementerian Koperasi dan UMKM, Indonesia punya sekitar 65,4 juta UMKM. Bisa dibilang ini sektor mayoritas dari rakyat Indonesia.
Selain menjadi mayoritas penggerak ekonomi nasional, sektor UMKM juga mampu menyerap tenaga kerja terbesar 114,7 juta orang atau mencapai 56 persen dari total tenaga kerja Indonesia. Berbanding terbalik dengan usaha berskala besar (2022).
"Di level ekonomi makro, UMKM juga berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 60,3 persen, mampu menyerap tenaga kerja di Indonesia sebesar 97 persen," kata Azman.
Dijelaskan Azman, selain isu arsitektur kesehatan global dan transisi energi terbarukan, kemiskinan dan ketimpangan pendapatan menjadi isu yang paling diminati kalangan milenial. Gagasan Partai Perindo mendorong kesejahteraan lewat sektor UMKM sangat rasional untuk dikerjakan.
"Selain punya impact terhadap ekonomi nasional, UMKM juga menjadi jawaban atas kecemasan kalangan milenial menghadapi bonus demografi di masa depan," ujarnya.
Menurut dia, Indonesia masih harus menyelesaikan banyak masalah di sektor lapangan kerja, industrialisasi nasional dan mendorong peran UMKM merupakan solusi paling efektif menyelamatkan bangsa dari kemiskinan dan ancaman resesi global. Tentu saja pada semangat membangun Green Economy yang menjadi tema pembangunan dunia.
Lihat Juga :