3.000 Warga Maluku dan 500 Warga Maluku Utara Dapat Alokasi Program Bantuan Listrik Gratis
Jum'at, 25 Agustus 2023 - 10:53 WIB
Program Bantuan Listrik Gratis untuk 3.000 Warga Maluku dan 500 Warga Maluku Utara. (Foto: dok ESDM)
MALUKU - Listrik di era modern saat ini sudah menjadi salah satu kebutuhan yang vital. Untuk itu ketersediaan listrik yang cukup, andal, ramah lingkungan, serta dengan harga yang terjangkau menjadi perhatian pemerintah, khususnya di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Pembangunan jaringan listrik terus dilaksanakan oleh pemerintah. Tujuannya agar akses listrik dapat menjangkau seluruh daerah dan tempat tinggal rumah tangga, termasuk daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T). Ini sebagai wujud energi berkeadilan dan pencapaian target Rasio Elektrifikasi (RE) 100 persen.
Namun masih terdapat rumah tangga tidak mampu belum memiliki jaringan listrik sendiri. Mereka tidak sanggup membayar biaya yang harus dikeluarkan untuk menjadi pelanggan PT PLN (Persero) antara lain biaya untuk pemasangan instalasi listrik, biaya Sertifikasi Laik Operasi (SLO) dan Biaya Penyambungan (BP) PT PLN (Persero).
Memahami hal tersebut Kementerian ESDM bersama dengan DPR RI menginisiasi Program Bantuan Pasang Baru Listrik atau disingkat BPBL. Program ini untuk memberikan bantuan penyambungan listrik kepada rumah tangga (RT) tidak mampu yang belum berlistrik.
Program BPBL tersebut dimulai pada tahun 2022 dan telah berhasil melistriki 80.183 RT dari target awal sebesar 80.000 RT. Dengan keberhasilan BPBL di tahun 2023, selanjutnya BPBL tahun 2023, di seluruh Indonesia meningkat menjadi 125.000 RT tersebar di 32 Provinsi.
Pembangunan jaringan listrik terus dilaksanakan oleh pemerintah. Tujuannya agar akses listrik dapat menjangkau seluruh daerah dan tempat tinggal rumah tangga, termasuk daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T). Ini sebagai wujud energi berkeadilan dan pencapaian target Rasio Elektrifikasi (RE) 100 persen.
Namun masih terdapat rumah tangga tidak mampu belum memiliki jaringan listrik sendiri. Mereka tidak sanggup membayar biaya yang harus dikeluarkan untuk menjadi pelanggan PT PLN (Persero) antara lain biaya untuk pemasangan instalasi listrik, biaya Sertifikasi Laik Operasi (SLO) dan Biaya Penyambungan (BP) PT PLN (Persero).
Memahami hal tersebut Kementerian ESDM bersama dengan DPR RI menginisiasi Program Bantuan Pasang Baru Listrik atau disingkat BPBL. Program ini untuk memberikan bantuan penyambungan listrik kepada rumah tangga (RT) tidak mampu yang belum berlistrik.
Program BPBL tersebut dimulai pada tahun 2022 dan telah berhasil melistriki 80.183 RT dari target awal sebesar 80.000 RT. Dengan keberhasilan BPBL di tahun 2023, selanjutnya BPBL tahun 2023, di seluruh Indonesia meningkat menjadi 125.000 RT tersebar di 32 Provinsi.
Lihat Juga :