Trending Topic di Twitter, Warganet Heboh dengan Gilang, Bungkus dan Pocong
Kamis, 30 Juli 2020 - 15:32 WIB
(Baca juga: Covid-19 Renggut 106 Nyawa WNI, Terbanyak di Arab Saudi)
Dalam perbincangannya itu, Mufid mengaku dirinya diminta Gilang untuk ikut terlibat dalam riset yang dilakukannya. "Lanjut di wa, dia njelasin maksud minta no WA-ku sebelumnya yakni untuk riset dia. Dia bilang sedang ngadain riset tentang bungkus-membungkus. Waktu saya nanya maksudnya apa pasti dialihin gitu lah, kek jangan nanya-nanya dulu, nanti juga bakal tahu dan sebagainya," ucapnya.
"Terus dia jelasin juga alasannya dia bikin riset gituan buat apa. Katanya dia lagi bikin tulisan gitu. Nah dia bungkus-bungkus gitu biar saya tertekan, trus ngeluarin emosi-emosi kaya nangis, cemas, gugup gitu," sambung Mufis.
Diakui Mufis, riset yang dilakukan Gilang ini cukup membuat dirinya diselimuti rasa takut dan bertanya-tanya maksud di balik risetnya itu. "Karena sedikit takut ama penjelasan dia, saya nolak dong. Tp dia terus jelasin kalau ini tuh aman, ini tuh udah dicoba ke banyak orang (read:korban) dan selamat gitu-gitu lah," ungkap Mufis.
Sampai kata Mufis, Gilang memohon karena diirnya sudah semester 10 dan harus segera menyelesaikan risetnya. "Sampai dia mohon-mohon, terus karena kasian ya dia bilang juga karena udah semester 10. Katanya tenggat waktunya udah mepet. Sampai bilang mau memohon gitu di kaki saya. Ya udah mau bantuin dia," kata Muflis.
Dalam perbincangannya itu, Mufid mengaku dirinya diminta Gilang untuk ikut terlibat dalam riset yang dilakukannya. "Lanjut di wa, dia njelasin maksud minta no WA-ku sebelumnya yakni untuk riset dia. Dia bilang sedang ngadain riset tentang bungkus-membungkus. Waktu saya nanya maksudnya apa pasti dialihin gitu lah, kek jangan nanya-nanya dulu, nanti juga bakal tahu dan sebagainya," ucapnya.
"Terus dia jelasin juga alasannya dia bikin riset gituan buat apa. Katanya dia lagi bikin tulisan gitu. Nah dia bungkus-bungkus gitu biar saya tertekan, trus ngeluarin emosi-emosi kaya nangis, cemas, gugup gitu," sambung Mufis.
Diakui Mufis, riset yang dilakukan Gilang ini cukup membuat dirinya diselimuti rasa takut dan bertanya-tanya maksud di balik risetnya itu. "Karena sedikit takut ama penjelasan dia, saya nolak dong. Tp dia terus jelasin kalau ini tuh aman, ini tuh udah dicoba ke banyak orang (read:korban) dan selamat gitu-gitu lah," ungkap Mufis.
Sampai kata Mufis, Gilang memohon karena diirnya sudah semester 10 dan harus segera menyelesaikan risetnya. "Sampai dia mohon-mohon, terus karena kasian ya dia bilang juga karena udah semester 10. Katanya tenggat waktunya udah mepet. Sampai bilang mau memohon gitu di kaki saya. Ya udah mau bantuin dia," kata Muflis.
Lihat Juga :