Ajip Rosidi, Sastrawan Serba Bisa

Kamis, 30 Juli 2020 - 01:35 WIB
Ajip juga sempat merantau ke Jepang dan diangkat sebagai guru besar tamu di Osaka Gaikokugo Daigaku (Universitas Bahasa-Bahasa Asing Osaka), guru besar luar biasa di Kyoto Sangyo Daigaku (Universitas Industri Kyoto), di Tenri Dagigaku (Universitas Tenri) dan di Osaka Gaida (Osaka University of Foreign Studies).

Selama masa hidupnya, Ajip menghasilkan ratusan karya. Karya pertamanya Tahun-Tahun Kematian diterbitkan oleh Penerbit Gunung Agung (1955) kemudian disusul oleh Pesta yang diterbitkan oleh Penerbit Pembangunan ((1956), dan Di Tengah Keluarga yang diterbitkan oleh Penerbit Balai Pustaka (1956).

Kumpulan puisinya yang berjudul Pesta memperoleh Hadiah Sastra Nasional BMKN untuk puisi-puisi tahun 1955/1956. Selain itu, kumpulan cerpennya yang berjudul Sebuah Rumah buat Hari Tua juga mendapat hadiah serupa untuk puisi-puisi tahun 1957/1958.

Setelah pensiun, Ajip menetap di Desa Pabelan, Kecamatan Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. Sebelum meninggal dunia, dia masih aktif mengelola beberapa lembaga nonprofit seperti Yayasan Kebudayaan Rancagé dan Pusat Studi Sunda.

Sumber: ensiklopedia.kemdikbud.go.id,Wikipedia
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!