Kemenkes Sarankan Pemotongan Hewan Kurban Tidak Dilaksanakan di Masjid
Selasa, 28 Juli 2020 - 11:55 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyarankan pemotongan atau penyembelihan hewan kurban dalam perayaan Hari Raya Idul Adha tidak dilaksanakan di masjid. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , dr Riskiyana S Putra menyarankan pemotongan atau penyembelihan hewan kurban dalam perayaan Idul Adha tidak dilaksanakan di masjid. Tapi bisa dilakukan di rumah pemotongan hewan.
Riskiyana mengatakan hal ini untuk mengurangi terjadinya kerumunan atau tontonan masyarakat yang ingin melihat proses pemotongan hewan kurban agar tetap aman dari penyebaran COVID-19 . Ia pun mengatakan ini sesuai arahan dari Kepala Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo. (Baca juga: Kemenkes Imbau Hanya Masyarakat Sehat yang Laksanakan Salat Idul Adha)
“Saya mendengarkan arahan dari Pak Doni Monardo yang sangat baik sekali. Dimana, kalau kita mempunyai masjid yang tidak terlalu besar begitu maka kurban bisa dilakukan di rumah pemotongan hewan tidak dilakukan di sana (masjid) itu akan lebih terkontrol. Limbahnya lebih terkontrol, yang datang terkontrol. Dan kemudian pembagian, pemotongan dan sebagainya sudah mengikuti kaidah-kaidah yang benar dengan cara pemotongan. Itu saran saya,” ujar Riskiyana di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Graha BNPB, Jakarta (28/7/2020).
“Tetapi sekali lagi apa yang disampaikan oleh Pak Bapak Doni monardo bagus sekali ya. Kalau bisa kita mengarahkan pemotongan hewan dilakukan di rumah pemotongan hewan tidak di sembarang tempat begitu,” sambung Riskiyana.
Riskiyana mengatakan hal ini untuk mengurangi terjadinya kerumunan atau tontonan masyarakat yang ingin melihat proses pemotongan hewan kurban agar tetap aman dari penyebaran COVID-19 . Ia pun mengatakan ini sesuai arahan dari Kepala Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo. (Baca juga: Kemenkes Imbau Hanya Masyarakat Sehat yang Laksanakan Salat Idul Adha)
“Saya mendengarkan arahan dari Pak Doni Monardo yang sangat baik sekali. Dimana, kalau kita mempunyai masjid yang tidak terlalu besar begitu maka kurban bisa dilakukan di rumah pemotongan hewan tidak dilakukan di sana (masjid) itu akan lebih terkontrol. Limbahnya lebih terkontrol, yang datang terkontrol. Dan kemudian pembagian, pemotongan dan sebagainya sudah mengikuti kaidah-kaidah yang benar dengan cara pemotongan. Itu saran saya,” ujar Riskiyana di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Graha BNPB, Jakarta (28/7/2020).
“Tetapi sekali lagi apa yang disampaikan oleh Pak Bapak Doni monardo bagus sekali ya. Kalau bisa kita mengarahkan pemotongan hewan dilakukan di rumah pemotongan hewan tidak di sembarang tempat begitu,” sambung Riskiyana.
Lihat Juga :