Survei Indometer: Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Puan-AHY Naik
Selasa, 20 Juni 2023 - 16:11 WIB
Kenaikan elektabilitas Prabowo Subianto mengungguli Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Fakta ini berdasarkan survei dari Indometer, Selasa (20/6/2023). Foto/Yulianto
JAKARTA - Kenaikan elektabilitas Prabowo Subianto mengungguli Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Fakta ini berdasarkan survei Indometer, elektabilitas Prabowo mencapai 26,7 persen, Ganjar 23,3 persen dan Anies 15,6 persen.
Sebelumnya Prabowo tipis mengungguli Ganjar pada survei April 2023, hingga terus bergerak naik. Sementara Anies yang selalu berada di tiga besar juga terus turun elektabilitasnya, berbanding terbalik dengan Prabowo yang terus mengalami kenaikan.
Posisi lima besar ditempati oleh Agus Harimurti Yudhoyono (5,0 persen) dan Puan Maharani (4,2 persen) yang juga terus naik.
"Elektabilitas Prabowo meninggalkan Ganjar dan Anies pada posisi tiga besar, disusul AHY dan Puan yang mengalami kenaikan," kata Direktur Eksekutif lembaga survei Indometer Leonard SB dalam keterangan tertulis kepada pers di Jakarta, Selasa (20/6/2023).
Menurut Leonard, naiknya elektabilitas Prabowo berbarengan dengan turunya dukungan publik terhadap Ganjar mengubah peta politik menuju Pilpres 2024.
"Hal itu tampaknya yang mendorong PDIP gencar menggalang koalisi dengan partai-partai, di antaranya PPP yang bergabung mengusung Ganjar," jelas Leonard.
Sebelumnya Prabowo tipis mengungguli Ganjar pada survei April 2023, hingga terus bergerak naik. Sementara Anies yang selalu berada di tiga besar juga terus turun elektabilitasnya, berbanding terbalik dengan Prabowo yang terus mengalami kenaikan.
Posisi lima besar ditempati oleh Agus Harimurti Yudhoyono (5,0 persen) dan Puan Maharani (4,2 persen) yang juga terus naik.
"Elektabilitas Prabowo meninggalkan Ganjar dan Anies pada posisi tiga besar, disusul AHY dan Puan yang mengalami kenaikan," kata Direktur Eksekutif lembaga survei Indometer Leonard SB dalam keterangan tertulis kepada pers di Jakarta, Selasa (20/6/2023).
Menurut Leonard, naiknya elektabilitas Prabowo berbarengan dengan turunya dukungan publik terhadap Ganjar mengubah peta politik menuju Pilpres 2024.
"Hal itu tampaknya yang mendorong PDIP gencar menggalang koalisi dengan partai-partai, di antaranya PPP yang bergabung mengusung Ganjar," jelas Leonard.
Lihat Juga :