Politikus Golkar Bicara Neokolonialisme di Hadapan Ketum Partai Rusia Bersatu
Senin, 05 Juni 2023 - 17:30 WIB
Di hadapan Ketua Umum Partai Rusia Bersatu Dmitry Medvedev, Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 ini via zoom menyampaikan pada dasarnya bentuk neokolonialisme tidak berbeda jauh dengan bentuk penjajahan baru yang secara formal, negara yang bersangkutan bisa independen dan mendapat pengakuan internasional sebagai negara berdaulat dan merdeka. Namun dalam praktik, sistem politik, ekonomi, hukum, dan sosial-budaya, serta ilmu pengetahuan, dan teknologi didikte oleh pihak negara imperialis negara asing.
Bahkan orang yang berada di negara jajahan terkadang tidak merasakan ketika sedang dijajah, tetapi mulai terasa ketika sudah berlangsung lama berada di negara jajahan dan melakukan berbagai tindakan yang merugikan negara bersangkutan, umumnya negara miskin dan berkembang.
"Selama negara masih terikat dengan negara penjajah maka segala hal yang dilakukan bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk kepentingan negara penjajah," jelas Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini.
Neokolonialisme modern ini,lanjutnya, dilahirkan dari rahim kapitalisme dan imperialisme modern dan lahir dari rahim kapitalisme modern. Jika dulu kapitalisme kuno hanya berpraktik dengan mode produksi yang menindas hanya dalam skala kecil, maka kapitalisme modern saat ini berpraktik dengan model produksi yang cukup mengerikan.
"Lihatlah betapa masifnya jutaan hektar tanah yang dikuasai untuk perkebunan, betapa banyak dan raksasanya pabrik-pabrik dengan asap mengepul di udara milik investor, lihatlah gedung-gedung pelayan jasa perbankan, asuransi, telekomunikasi yang mencakar ke langit," tegasnya.
Ia menjelaskan dampak neokolonialisme modern dalam jangka panjang sama mengerikan. Jutaan rakyat di dunia terutama di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin menderita kelaparan, jutaan lain masih dihantui kemiskinan.
Bahkan orang yang berada di negara jajahan terkadang tidak merasakan ketika sedang dijajah, tetapi mulai terasa ketika sudah berlangsung lama berada di negara jajahan dan melakukan berbagai tindakan yang merugikan negara bersangkutan, umumnya negara miskin dan berkembang.
"Selama negara masih terikat dengan negara penjajah maka segala hal yang dilakukan bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk kepentingan negara penjajah," jelas Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini.
Neokolonialisme modern ini,lanjutnya, dilahirkan dari rahim kapitalisme dan imperialisme modern dan lahir dari rahim kapitalisme modern. Jika dulu kapitalisme kuno hanya berpraktik dengan mode produksi yang menindas hanya dalam skala kecil, maka kapitalisme modern saat ini berpraktik dengan model produksi yang cukup mengerikan.
"Lihatlah betapa masifnya jutaan hektar tanah yang dikuasai untuk perkebunan, betapa banyak dan raksasanya pabrik-pabrik dengan asap mengepul di udara milik investor, lihatlah gedung-gedung pelayan jasa perbankan, asuransi, telekomunikasi yang mencakar ke langit," tegasnya.
Ia menjelaskan dampak neokolonialisme modern dalam jangka panjang sama mengerikan. Jutaan rakyat di dunia terutama di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin menderita kelaparan, jutaan lain masih dihantui kemiskinan.
Lihat Juga :