ASN Dijadikan Menu Bancakan Elektoral dalam Momentum Pilkada

Kamis, 23 Juli 2020 - 19:16 WIB
Adi Prayitno. Foto/ist
JAKARTA - Analis Politik asal UIN Jakarta, Adi Prayitno mengatakan, soal netralitas aparatur sipil negara (ASN) di pilkada tampak seperti benang kusut yang sulit diurai. Ia melihat, persoalan ini memang harus diurai dari hulu ke hilir, sehingga memiliki dampak yang efektif ke depan. Dalam diskusi virtual bertajuk 'Pilkada Tangsel di Tengah Pandemi: Uji Integritas Penyelenggara dan Netralitas ASN, Kamis (23/7/2020), Adi menyatakan bahwa posisi ASN kerap tak menentu saat pilkada.

Bahkan, mereka sering menjadi semacam hidangan untuk bancakan elektoral bagi calon-calon yang bertarung. Di sisi lain, ia belum ada sanksi yang tegas kepada ASN maupun calon kepala daerah sehingga membuat mereka para pelanggar tidak jera.



Karena itu, sejauh ini yang bisa dilakukan masyarakat sipil baru pada tingkat seruan moral dan demokrasi.

"Ingat, ASN itu harus tetap mengabdi kepada rakyat, bukan parpol atau paslon tertentu. Ini harus dicatat, bagi ASN yang ikut-ikutan politik bisa masuk neraka. Dosa itu bukan hanya nyolong sandal, atau curi uang, tapi menyalahgunakan jabatan juga sanksinya masuk neraka. Jadi harus ingat itu untuk asn-asn kita di pilkada supaya hati-hati," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!