Bangkit Kembali dari Bencana: Mengapa Indonesia Harus Terus Mengimunisasi Setiap Anak?

Senin, 08 Mei 2023 - 13:05 WIB
Pada 2021, hampir 30 persen anak yang lahir pada tahun itu – total 1,1 juta anak – tidak menerima vaksin, naik 10 persen dari tahun sebelumnya. Untuk mengatasi kemunduran ini, Pemerintah Indonesia telah mengambil tindakan untuk mengimunisasi anak sebanyak mungkin. Kampanye susulan nasional tahun lalu menjangkau 26,5 juta anak dengan vaksin campak dan rubella, 1,3 juta dengan vaksin polio, dan 2 juta dengan vaksin Penta.

Berbeda dengan penurunan beberapa tahun terakhir, Indonesia mencapai 94,6 persen cakupan anak yang diimunisasi lengkap pada 2022, melebihi target nasional sebesar 94,1 persen. Ini adalah kemajuan yang menggembirakan bagi kita semua yang berkomitmen untuk imunisasi.

Baca Juga: Vaksinasi Anak demi Cegah Penyakit

Namun, kita belum sepenuhnya aman. Akhir tahun lalu, seorang anak berusia tujuh tahun di Provinsi Aceh yang tiba-tiba mengalami kesulitan berjalan didiagnosis menderita polio. Kini ia hidup dengan kelumpuhan. Seperti banyak anak lain di komunitasnya, anak lelaki ini belum pernah divaksinasi.

Respons terhadap wabah polio di Aceh sangat cepat. Hanya dalam dua minggu, Indonesia melakukan kampanye vaksinasi dari rumah ke rumah, ditambah dengan pendidikan masyarakat, dan berhasil mengimunisasi jutaan anak.

Wabah penyakit-penyakit lain yang dapat dicegah dengan vaksin di berbagai bagian Indonesia selama beberapa bulan terakhir adalah tanda bahwa kita perlu kembali fokus di wilayah-wilayah dengan anak-anak yang imunisasinya kurang atau anak-anak dengan dosis nol.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!