Daftar Ketua Umum PPP Terlama, Nomor 3 Jadi Wapres
Kamis, 04 Mei 2023 - 05:28 WIB
Di tahun itu, Naro menggantikan HMS Mintaredja, ketua umum pertama PPP, tanpa melalui muktamar. Mintaredja adalah orang yang ditunjuk pemerintah menggantikan Naro sebagai ketua umum Parmusi, sebelum partai itu berfusi ke PPP.
Selama masa Orde Baru, Naro pernah menjadi wakil ketua DPR merupakan wakil ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) selama 1988-1998. Naro meninggal pada 28 Oktober 2000 dalam usia 71 tahun dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Kalibata, Jakarta.
Foto: Wikiedia
Ismail Hasan Metareum lahir di Pidie, Aceh pada 4 April 1929. Dia merupakan ketua umum PPP yang menjabat selama 9 tahun, sejak 1989 hingga 1998. Pernah menjadi ketua umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) pada 1957-1960, lelaki yang akrab disapa Buya ini memulai perjalanan politiknya dimulai saat bergabung dengan Partai Muslimin Indonesia (Parmusi) menjelang Pemilu 1971. Dia akhirnya terpilih sebagai anggota DPR mewakili Parmusi.
Setelah Parmusi dilebur ke dalam PPP, dia dipercaya menjadi sekretaris Fraksi PPP. Selama periode kepemimpinannya, PPP relatif bersih dari konflik internal. Dia meninggal pada 2 April 2005 dan dikebumikan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Selama masa Orde Baru, Naro pernah menjadi wakil ketua DPR merupakan wakil ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) selama 1988-1998. Naro meninggal pada 28 Oktober 2000 dalam usia 71 tahun dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Kalibata, Jakarta.
2. Ismail Hasan Metareum (1929-2005)
Foto: Wikiedia
Ismail Hasan Metareum lahir di Pidie, Aceh pada 4 April 1929. Dia merupakan ketua umum PPP yang menjabat selama 9 tahun, sejak 1989 hingga 1998. Pernah menjadi ketua umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) pada 1957-1960, lelaki yang akrab disapa Buya ini memulai perjalanan politiknya dimulai saat bergabung dengan Partai Muslimin Indonesia (Parmusi) menjelang Pemilu 1971. Dia akhirnya terpilih sebagai anggota DPR mewakili Parmusi.
Setelah Parmusi dilebur ke dalam PPP, dia dipercaya menjadi sekretaris Fraksi PPP. Selama periode kepemimpinannya, PPP relatif bersih dari konflik internal. Dia meninggal pada 2 April 2005 dan dikebumikan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Lihat Juga :