Menjajaki Tantangan Dunia Pendidikan di Era Revolusi Berbasis Digital
Rabu, 03 Mei 2023 - 11:21 WIB
Hal inilah yang membuat dunia pendidikan memiliki tantangan tersendiri terhadap perkembangan teknologi yang begitu pesat. Pendidikan sebagai tempat untuk menyampaikan ilmu pengetahuan dan membentuk peradaban adalah agen perubahan.
Apalagi adanya Pandemi Covid-19 sempat mengubah sistem pembelajaran guru dan murid di sekolah. Yang awalnya sebelum pandemi, pembelajaran dilakukan secara klasikal di dalam kelas. Sementara ketika terjadi pandemi, pembelajaran dilakukan secara daring atau online menggunakan aplikasi tertentu seperti Zoom, Google Meet, dan sebagainya. Guru dan murid melakukannya di rumah masing-masing.
Penggunaan perangkat saling terhubung dan memiliki kecerdasan buatan. Teknologi yang digunakan dikaitkan dengan cyber physical system atau sistem yang menggabungkan dunia maya dengan dunia fisik dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Teknologi ini sangat memudahkan tugas dan kerja manusia.
Perubahan secara bertahap dan sangat cepat itu merupakan realita yang tidak bisa ditentang. Semua elemen harus menghadapi. Karena itu, yang dibutuhkan saat ini adalah kecepatan dan ketepatan dalam menyesuaikan keadaan. Permasalahannya, belum semua mampu mengikuti perubahan dan perkembangan tersebut.
Kemampuan siswa tidak bisa dipandang sama. Mereka memiliki dan bisa mengoptimalkan potensi masing-masing. Begitu juga para guru juga memiliki keterampilan mengajar yang berbeda-beda. Kecanggihan teknologi mampu membantu dan memudahkan mereka dalam mengoptimalkan kompetensi itu.
Oleh karena itu, sistem pendidikan yang baik perlu dipersiapkan untuk mengubah generasi sesuai dengan era sekarang ini. Kurikulum yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari pendidikan juga harus dipersiapkan dengan baik, mengikuti perkembangan zaman saat ini.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri terus melakukan langkah untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi yang begitu pesat. Gerakan literasi sekolah menjadi salah satu program unggulan untuk meningkatkan minat baca siswa. Gerakan ini juga diharapkan dapat memfilter dari derasnya informasi yang didapat di Internet. Sehingga mereka nantinya dapat memilah mana informasi yang benar, mana informasi yang hoaks dan salah.
Apalagi adanya Pandemi Covid-19 sempat mengubah sistem pembelajaran guru dan murid di sekolah. Yang awalnya sebelum pandemi, pembelajaran dilakukan secara klasikal di dalam kelas. Sementara ketika terjadi pandemi, pembelajaran dilakukan secara daring atau online menggunakan aplikasi tertentu seperti Zoom, Google Meet, dan sebagainya. Guru dan murid melakukannya di rumah masing-masing.
Penggunaan perangkat saling terhubung dan memiliki kecerdasan buatan. Teknologi yang digunakan dikaitkan dengan cyber physical system atau sistem yang menggabungkan dunia maya dengan dunia fisik dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Teknologi ini sangat memudahkan tugas dan kerja manusia.
Perubahan secara bertahap dan sangat cepat itu merupakan realita yang tidak bisa ditentang. Semua elemen harus menghadapi. Karena itu, yang dibutuhkan saat ini adalah kecepatan dan ketepatan dalam menyesuaikan keadaan. Permasalahannya, belum semua mampu mengikuti perubahan dan perkembangan tersebut.
Kemampuan siswa tidak bisa dipandang sama. Mereka memiliki dan bisa mengoptimalkan potensi masing-masing. Begitu juga para guru juga memiliki keterampilan mengajar yang berbeda-beda. Kecanggihan teknologi mampu membantu dan memudahkan mereka dalam mengoptimalkan kompetensi itu.
Oleh karena itu, sistem pendidikan yang baik perlu dipersiapkan untuk mengubah generasi sesuai dengan era sekarang ini. Kurikulum yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari pendidikan juga harus dipersiapkan dengan baik, mengikuti perkembangan zaman saat ini.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri terus melakukan langkah untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi yang begitu pesat. Gerakan literasi sekolah menjadi salah satu program unggulan untuk meningkatkan minat baca siswa. Gerakan ini juga diharapkan dapat memfilter dari derasnya informasi yang didapat di Internet. Sehingga mereka nantinya dapat memilah mana informasi yang benar, mana informasi yang hoaks dan salah.
Lihat Juga :