Jokowi Kembali Tegur Menteri, Reshuffle Kabinet Disebut Masih Relevan
Selasa, 21 Juli 2020 - 09:19 WIB
Dedi menyatakan, ada dua kemungkinan jika Jokowi ragu me-reshuffle para pembantunya. Pertama, Jokowi hanya akan dianggap menyalahkan anggota kabinet tanpa ada keputusan yang tegas terkait lambatnya kinerja.
Kedua, Jokowi bisa saja mendapat tekanan untuk tidak lakukan reshuffle sementara ia dalam keadaan kecewa terhadap menteri. Sebaliknya, lanjut Dedi, keputusan yang cepat juga diperlukan Presiden, agar ada kepastian langkah pemerintah dalam mengatasi kelambanan kinerja.
"Jika terus berulang teguran yang sama, sementara tidak ada sikap aktif Presiden, maka akan ditafsir jika Presiden sedang jalankan politik kambing hitam," pungkasnya.
Kedua, Jokowi bisa saja mendapat tekanan untuk tidak lakukan reshuffle sementara ia dalam keadaan kecewa terhadap menteri. Sebaliknya, lanjut Dedi, keputusan yang cepat juga diperlukan Presiden, agar ada kepastian langkah pemerintah dalam mengatasi kelambanan kinerja.
"Jika terus berulang teguran yang sama, sementara tidak ada sikap aktif Presiden, maka akan ditafsir jika Presiden sedang jalankan politik kambing hitam," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :