Jabar Akan Intensifkan Tes Swab Covid-19

Selasa, 28 April 2020 - 22:57 WIB
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, Berli Hamdani.
BOGOR - Sekitar 2.000 warga Jawa Barat (Jabar) terindikasi positif Covid-19 berdasarkan 96.000 rapid diagnostic test (RDT) yang disebar ke-27 kabupaten/kota, instansi pemerintah, dan institusi pendidikan di Jabar.

Hal tersebut dilaporkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Berli Hamdani dalam jumpa pers soal perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (28/4/2020).



"Dari hasil tersebut, yang terbanyak yang masih di klaster-klaster sebelumnya, Bodebek dan Bandung Raya. Hampir 96.000 (RDT), yang reaktif (terindikasi positif) 2.000 orang," kata Berli.

Sebagai tindaklanjut hasil tes cepat, menurut Berli, Pemerintah Provinsi Jabar menggelar tes melalui pemeriksaan dengan teknik reaksi rantai polimerase (“polymerase chain reaction”/ PCR) bagi warga terindikasi positif Covid-19. "Ini masih menunggu, besok mudah-mudahan peralatan (untuk menggelar tes COVID-19 dengan metode PCR) sudah datang. Kita bisa melakukan pemeriksaan ini," ucapnya.

Pemprov Jabar secara intensif melakukan rapid test untuk mengetahui peta persebaran Covid-19 di provinsi dengan jumlah penduduk hampir 50 juta jiwa ini. Adapun untuk mengetahui peta persebaran Covid-19 secara optimal, Jabar merujuk pola yang dilakukan oleh Korea Selatan, yaitu mengetes 0,6 persen dari jumlah penduduknya atau 300.000 penduduk.

"Untuk RDT yang masih tersisa 4000-an. Kita sudah melakukan pemesanan untuk ditambahkan lagi, baik dari pemerintah pusat, dan sumber lainnya. Jika itu bisa terlaksana, target untuk RDT kita 300.000 itu bisa segera terwujud," ucap Berli.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!