Prajurit TNI Kembali Gugur di Papua, Pengamat: OPM Harus Ditetapkan sebagai Separatis

Senin, 17 April 2023 - 12:53 WIB
”Tetapi jika senjata dan bom yang digunakan oleh teroris tergolong senjata pemusnah massal (Weapon of Mass Deatruction), seperti senjata nuklir, senjata biologi, senjata kimia dan senjata radiasi maka yang menangani adalah TNI,” katanya.

Mantan anggota Komisi I DPR ini menyebut, perlu kecepatan dan ketepatan dalam bertindak. Jika tidak banyak prajurit TNI yang gugur. “Dalam hal ini yang diserang TNI kan KST bukan Orang Asli Papua (OAP) yang pro NKRI. Kalau memang akan bertanggung jawab, maka pemerintah dan DPR harus mengeluarkan kebijakan dan keputusan politik negara yang memerintahkan TNI untuk melaksanakan operasi militer. Lalu umumkan bahwa OPM adalah pemberontak bersenjata,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang prajurit Satgas Yonif R 321/GT bernama Pratu Miftahul Arifin gugur saat kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu, 16 April 2023. Selain itu, beberapa prajurit TNI lainnya hingga kini dikabarkan hilang dalam operasi penyelamatan Pilot Susi Air tersebut.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!