Kiai Said Aqil: Belum Ada Lagi Kepala Negara Islam yang Bersikap Wasathiyah
Kamis, 13 April 2023 - 20:42 WIB
"Ilmu agama Imam Syafi'i, Asy'ari, itu wasathiyah. Kalau politik, harus seperti Bung Karno, Sayyidina Umar, harus seperti itu. baru bisa wasathiyah. Yang punya kepribadian, yang punya prinsip," ujarnya.
"Sekarang yang bisa mempertemukan Saudi dan Iran, bukan Mesir bukan Indonesia, (tapi) China. Kita ini malu banget. Sebenarnya, Pak Jokowi atau siapa lah," katanya.
Tokoh-tokoh dunia Islam, jelas dia, saat ini tidak bisa berbuat banyak dalam hal politik bebas-aktif. Selain Indonesia, para kepala negara Islam lainnya pun, seperti Mesir, tidak bisa berbuat banyak.
"Tidak ada kepala negara Islam yang betul-betul punya prinsip, betul-betul bebas-aktif, prinsip wasathiyah, pribadi yang kokoh, yang kuat, yang tegar. Dulu kita bangga dengan beberapa pemimpin, ada Bung Karno, ada Jamal Natsir, awal-awal Saddam Husein. Sekarang tidak satupun yang kita banggakan. Presiden Mesir pun sangat dhoif. Begitu pula yang lain," katanya.
"Sekarang yang bisa mempertemukan Saudi dan Iran, bukan Mesir bukan Indonesia, (tapi) China. Kita ini malu banget. Sebenarnya, Pak Jokowi atau siapa lah," katanya.
Tokoh-tokoh dunia Islam, jelas dia, saat ini tidak bisa berbuat banyak dalam hal politik bebas-aktif. Selain Indonesia, para kepala negara Islam lainnya pun, seperti Mesir, tidak bisa berbuat banyak.
"Tidak ada kepala negara Islam yang betul-betul punya prinsip, betul-betul bebas-aktif, prinsip wasathiyah, pribadi yang kokoh, yang kuat, yang tegar. Dulu kita bangga dengan beberapa pemimpin, ada Bung Karno, ada Jamal Natsir, awal-awal Saddam Husein. Sekarang tidak satupun yang kita banggakan. Presiden Mesir pun sangat dhoif. Begitu pula yang lain," katanya.
(abd)
Lihat Juga :