Pantau Kesehatan Jemaah Haji di Saudi, Kemenkes Kerahkan 520 Dokter dan 1.040 Perawat
Rabu, 12 April 2023 - 15:16 WIB
Tujuannya, supaya kesehatan jemaah terjaga pada saat menjalankan ibadah pada puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Sebab, dari data yang dihimpun sejak 2018 hingga 2022 penyebab kematian jemaah haji Indonesia terbanyak karena penyakit jantung dan paru akibat aktivitas fisik yang melelahkan.
Baca juga: Tips Agar Jemaah Haji Tak Tersesat saat Berada di Masjidil Haram
"Puncak kematian harian tertinggi terjadi pada masa Armuzna sampai 5 hari pasca Armuzna, ini masa-masa kritis karena jemaah harus berjalan kaki," kata dia.
Untuk memantau kesehatan jemaah haji, kata Liliek, pihaknya akan menugaskan dokter-dokter spesialis di setiap sektor. Mereka akan berada di luar hotel seperti di tempat ibadah agar lebih mendekat kepada jemaah.
"Di situ kita tempatkan dokter-dokter spesialis sehingga bisa langsung diidentifikasi jemaah yang sakit apakah ini bisa dirujuk ke rumah sakit haji indonesia yang sifatnya darurat atau di klinik arab saudi supaya jemaah ini dapat penangnan yang cepat dan tepat," ucapnya.
Baca juga: Tips Agar Jemaah Haji Tak Tersesat saat Berada di Masjidil Haram
"Puncak kematian harian tertinggi terjadi pada masa Armuzna sampai 5 hari pasca Armuzna, ini masa-masa kritis karena jemaah harus berjalan kaki," kata dia.
Untuk memantau kesehatan jemaah haji, kata Liliek, pihaknya akan menugaskan dokter-dokter spesialis di setiap sektor. Mereka akan berada di luar hotel seperti di tempat ibadah agar lebih mendekat kepada jemaah.
"Di situ kita tempatkan dokter-dokter spesialis sehingga bisa langsung diidentifikasi jemaah yang sakit apakah ini bisa dirujuk ke rumah sakit haji indonesia yang sifatnya darurat atau di klinik arab saudi supaya jemaah ini dapat penangnan yang cepat dan tepat," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :