BNPB Beberkan Penyebab Banjir hingga Longsor di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera

Selasa, 28 Maret 2023 - 03:05 WIB
Pertumbuhan penduduk yang semakin padat mempersempit daerah aliran sungai. Hal ini mengurangi fungsi optimal sungai untuk menampung air.

“Ini akan meningkatkan tekanan pada lingkungan. Misalkan, ketika kita berbicara pada urban area, daerah-daerah padat penduduk secara otomatis masyarakatnya akan lebih banyak mengepung (menempati) daerah aliran sungai sehingga akan mempersempit badan sungai. Kemudian sampah, sedimentasi, dan lain-lainnya, akan mengurangi optimalisasi dari sungai dalam menampung air,” jelasnya.

Baca Juga: Bencana Longsor Pulau Serasan Natuna 50 Orang Tewas, Ini Hasil Analisa PVMBG

Sementara untuk wilayah Kalimantan maupun Sumatera,kata dia, alih fungsi lingkungan lebih banyak digunakan untuk pembukaan lahan, seperti hutan menjadi kebun, dan hutan ke tambang. Hal ini akan mengurangi daya dukung lingkungan, khususnya daerah aliran sungai (DAS) untuk menampung air.

“Biasanya banjir di kawasan Kalimantan dan Sumatera pada umumnya berbeda dengan Jawa. Di Jawa itu urbanisasi karakteristiknya, sedangkan Kalimantan dan Sumatera, lebih banyak pada alih fungsi lahan,” tandasnya.

Sepekan 47 Kejadian Bencana

Dalam sepekan terakhir, BNPB mencatat sebanyak 47 kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!