Hukum Harus Lebih Tajam ke Atas
Sabtu, 11 Maret 2023 - 08:39 WIB
Kasus hukum pejabat negara harus dikawal oleh masyarakat. FOTO/WAWAN BASTIAN
Tidak mudah mengembalikan citra atau imej seseorang atau lembaga yang sedang didera kasus yang mencoreng nama baik karena tindakan tercela, curang, korup, melanggar etika hingga pelanggaran pidana. Apalagi ketika institusi atau sosok yang terlibat masalah itu kedudukan sosialnya di masyarakat masuk kasta tinggi. Bukan warga negara biasa, rakyat jelata, wong cilik, atauno bodyalias bukan siapa siapa.
Sehina apa pun perbuatan yang dilakukan olehno bodyitu efek bola salju kasusnya tidak akan besar atau bahkan nihil. Mungkin hanya beberapa kali muncul di media massa atau ramai di sosial media. Setelah itu akan hilang ditelan waktu. Bahkan orang akan cepat melupakan kelakuan jahatno bodyitu karena disibukkan dengan perputaran isu lain yang lebih viral dan menarik.
Berbeda jika pelanggaran atau kejahatan itu dilakukan olehsomebodydari institusi yang memegang kendali kehidupan masyarakat banyak yang sangat otoritatif.
Dua kasus besar yang bisa menjadi pelajaran penting dari mukadimah di atas adalah Kasus Ferdy Sambo yang dijatuhi hukuman mati pada pengadilan pertama setelah terbukti merencanakan pembunuhan berencana kepada pengawalnya sendiri, Bigadir J atau Nofriansyah Josua Hutabarat. Kasus ini menjadi perhatian luas dari publik karena Sambo adalah perwira tinggi polisi berpangkat Komisaris Jenderal Polisi yang memiliki jabatan mentereng di kepolisian yakni Kadiv Propam Mabes Polri. Divisi ini populer disebut sebagai polisinya polisi. Penjaga moral institusi kepolisian.
Sehina apa pun perbuatan yang dilakukan olehno bodyitu efek bola salju kasusnya tidak akan besar atau bahkan nihil. Mungkin hanya beberapa kali muncul di media massa atau ramai di sosial media. Setelah itu akan hilang ditelan waktu. Bahkan orang akan cepat melupakan kelakuan jahatno bodyitu karena disibukkan dengan perputaran isu lain yang lebih viral dan menarik.
Berbeda jika pelanggaran atau kejahatan itu dilakukan olehsomebodydari institusi yang memegang kendali kehidupan masyarakat banyak yang sangat otoritatif.
Dua kasus besar yang bisa menjadi pelajaran penting dari mukadimah di atas adalah Kasus Ferdy Sambo yang dijatuhi hukuman mati pada pengadilan pertama setelah terbukti merencanakan pembunuhan berencana kepada pengawalnya sendiri, Bigadir J atau Nofriansyah Josua Hutabarat. Kasus ini menjadi perhatian luas dari publik karena Sambo adalah perwira tinggi polisi berpangkat Komisaris Jenderal Polisi yang memiliki jabatan mentereng di kepolisian yakni Kadiv Propam Mabes Polri. Divisi ini populer disebut sebagai polisinya polisi. Penjaga moral institusi kepolisian.
Lihat Juga :