Memetakan Aspek Psikologi Terhadap Tumbuh Kembang Terorisme di Indonesia
Kamis, 16 Februari 2023 - 22:04 WIB
Ketiga, setelah berjalannya materi-materi perkaderan, individu distimulus untuk mengidentifikasi dengan mengadopsi nilai-nilai moral dari kelompoknya. Keempat, bai'at atau sumpah sepenanggungan. Orang atau individu yang telah masuk ke dalam circle atau lingkaran teroris sangat kecil kemungkinan bisa keluar dari kelompok tersebut.
Setelah melalui empat siklus itulah, maka di sikulus terakhir, yaitu ke lima, maka individu secara psikologis menjadi termotivasi militansinya menjadi martir untuk melakukan kegiatan-kegiatan terorisme.
Keseimbangan antara keyakinan (yang kokoh) dengan Toleransi
Sesungguhnya, gerakan ISIS akan sulit berkembang di Indonesia. Disebabkan, ideologi ISIS tak sejalan dengan Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.
Namun demikian, Indonesia menjadi target dari tumbuh dan berkembangnya ISIS. Hal ini cukup beralasan, sebab pertama, jumlah muslim di Indonesia yang menjadi mayoritas penduduknya. Kedua, di Indonesia banyak muncul gerakan radikal, dan ketiga, beberapa WNI diduga bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah maupun Irak.
Perkembangan terorisme global telah menunjukkan peningkatan yang signifikan baik modus, kuantitas maupun kualitasnya. Ada keterkaitan jaringan militan lokal dengan jaringan international. Aktivitas teroris telah menarget dan mengolaborasikan ideologi dan agama bagi masyarakat international sebagai agenda kerja agar memihak kepada perjuangan mereka.
Oleh sebab itu di Indonesia, untuk mencegah dan menanggulangi segala bentuk tindakan dan kegiatan teroris, pemerintah Indonesia harus menyikapi fenomena terorisme secara arif, menganilisis berbagai aspek kehidupan bangsa saat ini, mencari akar permasalahan.
Setelah melalui empat siklus itulah, maka di sikulus terakhir, yaitu ke lima, maka individu secara psikologis menjadi termotivasi militansinya menjadi martir untuk melakukan kegiatan-kegiatan terorisme.
Keseimbangan antara keyakinan (yang kokoh) dengan Toleransi
Sesungguhnya, gerakan ISIS akan sulit berkembang di Indonesia. Disebabkan, ideologi ISIS tak sejalan dengan Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.
Namun demikian, Indonesia menjadi target dari tumbuh dan berkembangnya ISIS. Hal ini cukup beralasan, sebab pertama, jumlah muslim di Indonesia yang menjadi mayoritas penduduknya. Kedua, di Indonesia banyak muncul gerakan radikal, dan ketiga, beberapa WNI diduga bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah maupun Irak.
Perkembangan terorisme global telah menunjukkan peningkatan yang signifikan baik modus, kuantitas maupun kualitasnya. Ada keterkaitan jaringan militan lokal dengan jaringan international. Aktivitas teroris telah menarget dan mengolaborasikan ideologi dan agama bagi masyarakat international sebagai agenda kerja agar memihak kepada perjuangan mereka.
Oleh sebab itu di Indonesia, untuk mencegah dan menanggulangi segala bentuk tindakan dan kegiatan teroris, pemerintah Indonesia harus menyikapi fenomena terorisme secara arif, menganilisis berbagai aspek kehidupan bangsa saat ini, mencari akar permasalahan.
Lihat Juga :