UEA Kirim Penjelajah Mars pada 2021

Minggu, 10 Mei 2015 - 10:21 WIB
UEA Kirim Penjelajah...
UEA Kirim Penjelajah Mars pada 2021
A A A
Uni Emirat Arab (UEA) bertekad mengirimkan penjelajah antariksa tanpa awak pertama dari Arab ke Mars pada 2021. Kendaraan penjelajah antariksa itu akan dinamakan ”Hope” atau ”Harapan”.

”Hope akan meninggalkan Bumi pada 2020 dalam misi yang didesain untuk melakukan pekerjaan sains dari beberapa misi lain dan mengisi kekosongan penting dalam pengetahuan manusia,” papar pernyataan otoritas UEA, dikutip kantor berita AFP . Wakil Presiden UEA dan penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, menjelaskan, ”Misi ini mewakili harapan jutaan pemuda Arab yang mencari masa depan lebih baik.” Hope memiliki ukuran dan bobot sama seperti mobil ukuran kecil.

Kecepatannya mencapai 126.000 kilometer perjam dalam perjalanan sejauh 600juta kilometer dengan waktu tempuh sekitar 200 hari. Kendaraan antariksa itu akan mengorbit di Mars hingga 2023 dan mengirim data kembali untuk dianalisa para pakar di UEA dan dibagikan pada lebih dari 200 institusi di penjuru dunia.

”Ini orbit unik dan instrumen akan menghasilkan berbagai jenis data baru yang memungkinkan para peneliti membangun model holistik paling tepatuntuk pertama kali tentang atmosfer Planet Merah. Model-model ini akan membantu komunitas peneliti Mars global untuk mengungkap lebih banyak misteri PlanetMerah, sepertimengapaatmosfer Mars menghilang ke angkasa hingga sekarang atmosfernya terlalu tipis untuk mempertahankan air yang ada di permukaan planet,” demikian paparan UEA.

Pemerintah UEA meluncurkan rencana pada Oktober tahun lalu untuk mengirim penyelidik tanpa awak ke Mars pada 2021. Juli tahun lalu Pemerintah UEA menyatakan, investasi UEA dalam teknologi antariksa telah mencapai USD5,4 miliar. UEA yang terbentuk pada 1971 akan menjadi negara kesembilan di dunia dengan program antariksa untuk mengeksplorasi Planet Merah.

Syarifudin
(ars)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Wabah dan Agama
Sains, Wabah dan Agama
Berita Terkini
KPK Ungkap Anak Buah...
KPK Ungkap Anak Buah Silmy Karim Diduga Beli Rumah Pakai Emas
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Copot Silmy Karim dari Wamen Imipas
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
2 Pengusaha Penyuap...
2 Pengusaha Penyuap Noel Ebenezer Cs Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved