Pemerintah Wajib Lindungi Warganya dari Radikalisme ISIS

Selasa, 05 Mei 2015 - 16:50 WIB
Pemerintah Wajib Lindungi...
Pemerintah Wajib Lindungi Warganya dari Radikalisme ISIS
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta segera bersikap mengantisipasi masuknya jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Sekarang ring of fire ISIS di Indonesia ada tujuh titik, antara lain DKI Jakarta, Tangerang, Depok, dan lain-lain.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Dede Rosyada mengatakan, pemerintah dan negara harus hadir melindungi rakyatnya dari ancaman gerakan radikal ISIS terutama dengan memperkuat ideologi bangsa dan ekonomi rakyat.

"Karena strategi radikalisme untuk masuk ke masyarakat dengan memanfaatkan kelemahan ideologi dan keterpurukan ekonomi, di samping dengan cara kekerasan fisik dan senjata," ujar Dede, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Namun, dia menegaskan gerakan radikalisme tidak bisa diatasi dengan cara represif seperti digunakan rezim Orde Baru (Orba). Lanjutnya, antisipasi gerakan ini memerlukan kerja sama semua pihak terkait.

"Yang pasti kita harus lebih memperkuat lagi ideologi bangsa Indonesia juga meningkatkan kemakmuran rakyat," tukasnya.

Menurutnya, dalam konteks urusan agama, radikalisme tersebut masih bisa didiskusikan di tempat ibadah. Sebaliknya, kata Dede, bila sudah keluar dari masalah agama dan masuk ke masalah sosial politik serta melibatkan banyak orang, radikalisme itu harus dicegah dan diantisipasi.

"Bila itu dilakukan maka salah satu ruang gerakan radikalisme agama, terutama ISIS akan tertutup," ucapnya.

Pernyataan serupa disampaikan Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris. Menurutnya, ancaman radikalisme atau ISIS menjadi ancaman global. Diingatkan olehnya, pemerintah tidak bisa sendirian menangkal masuknya ISIS ke Indonesia.

"Apalagi di era modern sekarang ini, kita harus bisa solid di segala lini masyarakat sehingga sekecil apapun gerakan radikalisme itu, bisa kita ketahui dan kita cegah sedini mungkin," tandasnya.

Irvan menyebutkan salah satu cara mengantisipasi gerakan radikalisme ISIS dengan memaksimalkan Koordinator Dakwah Islamiah (Kodi) yang ada di setiap provinsi. Dirinya yakin, Kodi memiliki data tentang syiar agama di wilayahnya masing-masing.

"Kita bisa panggil pengurus, bahkan marbut setiap masjid. Kita tingkatkan pengetahuan mereka, kita bekali dengan pemahaman tentang bahaya radikalisme. Saya kira dengan begitu bisa menjadi cara untuk menangkal kegiatan radikalisme," tutupnya.
(kur)
Berita Terkait
Panglima Tertinggi Negara...
Panglima Tertinggi Negara Islam di Irak Jassim Al-Mazrouei Tewas Terbunuh
Terungkap, Pengantin...
Terungkap, Pengantin ISIS Shamima Begum Diselundupkan ke Suriah oleh Mata-mata Kanada
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Profil Abu al-Hassan...
Profil Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi, Pemimpin ISIS yang Meledakkan Dirinya Saat Dikepung
Profil Jassim Al Mazrouei...
Profil Jassim Al Mazrouei Jenderal Tertinggi ISIS yang Berhasil Dibunuh Tentara Irak
Mengapa ISIS Tidak Berani...
Mengapa ISIS Tidak Berani Menyerang Israel? Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved