Pemerintah Jangan Dramatisir Eksekusi Mati

Minggu, 26 April 2015 - 11:17 WIB
Pemerintah Jangan Dramatisir...
Pemerintah Jangan Dramatisir Eksekusi Mati
A A A
JAKARTA - Pemerintah didesak tidak mendramatisir proses eksekusi terhadap 10 terpidana mati kasus narkoba. Maju mundur pelaksanaan eksekusi hanya menimbulkan citra Indonesia sebagai negara yang lemah dan memunculkan berbagai kontroversi.

“Saya melihat pemerintah terlalu mendramatisasi hukuman mati. Padahal sudah jelas memiliki kekuatan hukum tetap, sehingga harusnya segera laksanakan,” ujar pakar hukum Internasional Universitas Padjadjaran Atip Latipulhayat dihubungi kemarin. Menurut Atip, selama pemerintah memenuhi hak-hak hukum terpidana dan menggelar peradilan secara jujur, adil, transparan dan objektif serta berkekuatan hukum maka Indonesia tidak akan dipersalahkan karena itu menyangkut kedaulatan hukum.

Dia juga mengkritisi sikap pemerintah yang mengundang perwakilan negara asal terpidana mati ke LP Nusakambangan, Cilacap kemarin. ”Sebenarnya cukup menyampaikan surat pemberitahuan ke duta besar masing-masing dari terpidana yang akan dieksekusi,” katanya. Pakar Hukum Internasional Tirta N Mursitama menyayangkan ketidakjelasan waktu eksekusi mati.

“Awalnya publik melihat pemerintah yakin tidak diintervensi, namun ketika ada penundaan, publik menilai pemerintah tidak konsisten dan lemah,” katanya. Apalagi di saat bersamaan, dua Warga Negara Indonesia (WNI) yakni, Siti Zaenab dan Karni yang menjadi TKI dieksekusi mati oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

“Sebelumnya kita mungkin berharap dengan penundaan eksekusi maka Indonesia juga diperlakukan sama oleh negara lain. Tapi nyatanya tidak,” katanya. Ketua Badan Pengurus Setara InstituteHendardimenilai, sikap keras Indonesia terhadap pelaksanaan hukuman mati dapat memengaruhi hubungan internasional. Apalagi, berdasarkan hasil penelitian Setara Institute bahwadalamkurun25tahunterakhir jumlah negara yang melaksanakan hukuman mati mengalami tren penurunan.

Sucipto
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Putuskan Ajukan Praperadilan
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved